Era Konsumen Beragam, Ojol Mulai Adaptasi dengan Layanan Inklusif

calendar_today 30.09.2026 - person  - timer ~

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Jakarta, VIVA – Kebutuhan layanan dari konsumen dan mitra dengan latar belakang serta kondisi yang beragam mulai mendorong penyesuaian dalam aktivitas bisnis. Salah satunya melalui perubahan pola komunikasi dan penyediaan akses yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Baca Juga

Hal tersebut terlihat dari kegiatan edukasi bahasa isyarat yang digelar Grab dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026. Kegiatan tersebut melibatkan mitra pengemudi dan mitra merchant di sejumlah kota, sekaligus memperkenalkan bentuk komunikasi yang lebih inklusif dalam aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebanyak 650 mitra mengikuti edukasi bahasa isyarat di enam kota. Kegiatan tersebut terdiri dari Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat untuk mitra pengemudi di Medan, Semarang, dan Jakarta, serta Teras Perwira untuk mitra merchant di Bali, Bandung, dan Yogyakarta.

Baca Juga

Sebanyak 450 mitra merchant mengikuti edukasi bahasa isyarat dasar yang dapat digunakan dalam pelayanan sehari-hari, terutama ketika berinteraksi dengan pelanggan Tuli. Sementara itu, mitra pengemudi mendapat pembelajaran mengenai komunikasi yang lebih inklusif dengan pengguna maupun sesama mitra.

“Selama hampir satu dekade, perjalanan bersama Teman Tuli mengajarkan kami bahwa ekosistem inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga memastikan setiap orang dapat merasa diapresiasi dan menjadi bagian dari interaksi yang setara dalam keseharian,” kata Neneng Goenadi selaku Chief Executive Officer Grab Indonesia, sebagaimana dikutip dari keterangannya pada Kamis, 30 September 2026.

Baca Juga

Ia mengungkapkan, melalui berbagai ruang interaksi dan edukasi, perusahaan ingin memperluas pemahaman bahwa inklusivitas merupakan bagian dari pengalaman bersama dalam ekosistem bisnis. 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 Rompi Teman Setara juga didistribusikan kepada mitra pengemudi Tuli. Rompi tersebut dilengkapi ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu komunikasi antara mitra dan pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan tersebut melibatkan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin), dan Disability Network (DNetwork). Selain kegiatan bagi mitra, pembelajaran bahasa isyarat juga dilakukan di lingkungan internal melalui pop-up booth Kopi Sunyi dan sesi immersion bersama mitra pengemudi Tuli.

Dari sisi layanan, tersedia fitur Disable Call bagi mitra pengemudi Tuli dengan mengalihkan komunikasi dari panggilan telepon ke pesan. Dukungan bagi mitra penyandang disabilitas juga tersedia melalui teks, chat, dan bahasa isyarat.

Halaman Selanjutnya

“Ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur yang dapat digunakan dalam keseharian. Rompi ini juga membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan kiri atau kanan serta menggunakan isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’,” ungkap Imelda Situmorang selaku Teman Tuli sekaligus Mitra Pengemudi Perempuan.