Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:50 WIB
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menyoroti kondisi ekuitas PT ASABRI (Persero) yang masih berada di posisi negatif.
Baca Juga
Menurutnya, keberlanjutan ASABRI perlu mendapat perhatian, terutama dalam aspek tata kelola dan pengelolaan investasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan paparan ASABRI, ekuitas perusahaan tercatat negatif Rp673 miliar hingga Agustus 2026. Kondisi ini lebih buruk dibandingkan 2025 yang berada di level negatif Rp363 miliar.
Baca Juga
“ASABRI kita mempunyai permasalahan, karena perusahaan ini berangkat dari persoalan ekuitas yang negatif. Sampai hari ini tetap memiliki ekuitas yang negatif. Ini salah satu yang tentunya harus kita jaga,” ujar Nasril dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI di Bandung, Jawa Barat, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Pada periode yang sama, ASABRI juga mencatat rugi komprehensif sebesar Rp310 miliar. Diketahui bahwa kondisi tersebut antara lain dipengaruhi hasil investasi yang belum memenuhi target RKAP 2026 akibat tekanan ekonomi domestik dan global.
Baca Juga
Menyoroti kondisi tersebut, Nasril menilai pembenahan tata kelola harus menjadi perhatian utama supaya persoalan yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.
“Yang perlu kita jaga adalah tata kelola. Mereka harus memberikan laporan bagaimana masalah investasi dan program investasi. Ini tidak boleh terjadi persoalan yang berulang-ulang,” tegasnya.
Politisi Fraksi PAN tersebut juga menekankan perlunya pengawasan terhadap pengelolaan investasi ASABRI, termasuk instrumen investasi yang digunakan perusahaan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, ASABRI turut menjelaskan penurunan kembali posisi ekuitas hingga Agustus 2026. Padahal, perusahaan sebelumnya mencatat perbaikan kondisi ekuitas sejak 2021.
ASABRI menyebut perbaikan tersebut didukung oleh peningkatan kinerja investasi serta tambahan dana UPSL sebesar Rp4,55 triliun.
Nasril yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara III menilai persoalan ekuitas negatif tidak cukup hanya dipantau melalui kunjungan kerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Komisi VI DPR RI akan membawa temuan tersebut ke pembahasan di DPR untuk menentukan langkah strategis berikutnya.
“Kita mendorong, membawa ke DPR. Kita mendorong apa yang perlu dorongan dan jalan keluar terhadap bagaimana menyelesaikan ekuitas negatif ini. Apakah perlu ditambah, tentunya evaluasi kembali. Ini akan kita bawa ke rapat,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Ia berharap langkah pembenahan dapat memperkuat keberlanjutan ASABRI dan memastikan program jaminan sosial yang dikelola perusahaan tetap berjalan.