Ekspor NTB tembus 1,35 miliar dolar AS didominasi penjualan hasil tambang

calendar_today 03.08.2026 - person  - timer ~

Kelompok komoditas ekspor terbesar NTB adalah barang galian atau tambang nonmigas dengan kontribusi sebesar 1.055,71 juta dolar AS.

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang semester I 2026 mencapai 1,35 miliar dolar AS atau melonjak 561,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 204,45 juta dolar AS.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan lonjakan tajam ekspor pada paruh pertama tahun ini didominasi oleh penjualan komoditas tambang.

"Secara kumulatif dari Januari hingga Juni 2026, kelompok komoditas ekspor terbesar NTB adalah barang galian atau tambang nonmigas dengan kontribusi sebesar 1.055,71 juta dolar AS atau 78,09 persen dari total ekspor," ujar dia di Mataram, Senin.

Baca juga: Ekspor konsentrat tembaga di NTB dongkrak penerimaan negara

Relaksasi ekspor konsentrat tembaga yang diberikan Kementerian ESDM kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sejak 31 Oktober hingga April 2026 memberikan andil besar terhadap kinerja nilai ekspor bagi Nusa Tenggara Barat sepanjang semester I 2026.

Sedangkan, nilai ekspor yang rendah pada paruh pertama 2025 disebabkan oleh penurunan tajam penjualan konsentrat tembaga akibat pengetatan regulasi larangan ekspor yang dilakukan oleh Kementerian ESDM.

Wahyudin memaparkan kelompok komoditas ekspor terbesar pada Januari hingga Juni 2026 adalah konsentrat dengan nilai mencapai 1,05 miliar dolar AS atau setara 78,09 persen dari total nilai ekspor dan tembaga 227,16 juta dolar atau sekitar 16,80 persen.

Kemudian, nilai ekspor juga disumbang oleh penjualan perhiasan atau permata 48,60 juta dolar AS atau setara 3,60 persen, ikan
dan udang sebesar 15,21 juta dolar AS yang setara 1,13 persen, serta penjualan daging dan ikan olahan mencapai 2,2 juta dolar AS atau sekitar 0,16 persen dari keseluruhan nilai ekspor paruh pertama 2026.

Tiongkok menjadi pasar utama bagi komoditas asal NTB dengan nilai mencapai 1 miliar dolar AS atau 74,40 persen dari total ekspor. Posisi kedua ditempati oleh Thailand senilai 171,28 juta dolar AS yang setara 12,67 persen dan Jepang sebesar 79,91 juta dolar AS atau sekitar 5,91 persen.

Baca juga: Tiongkok dan Thailand pasar utama ekspor NTB

Sementara itu, khusus untuk kinerja ekspor pada Juni 2026, BPS mencatat nilai sebesar 83 juta dolar AS. Angka itu mengalami penurunan sebesar 11,44 persen jika dibandingkan dengan kinerja ekspor Juni 2025 yang tercatat sebesar 93,72 juta dolar AS.

"Pada Juni 2026, komoditas tembaga menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai 73,33 juta dolar AS atau 88,36 persen, diikuti perhiasan/permata sebesar 7,85 juta dolar AS atau sekitar 9,47 persen, serta ikan dan udang senilai 1,28 juta dolar AS yang setara 1,55 persen," papar Wahyudin.

Lebih lanjut ia menyampaikan negara tujuan ekspor pada Juni 2026 adalah Thailand dengan porsi 57 persen atau senilai 47,31 juta dolar AS, disusul Korea Selatan 24,76 persen dengan nilai mencapai 20,54 juta dolar AS, dan Hong Kong 8,61 persen yang setara 7,14 juta dolar AS.

Di sisi lain, nilai impor Provinsi NTB pada periode Januari hingga Juni 2026 mengalami penurunan drastis sebesar 71,35 persen menjadi 43,03 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 150,17 juta dolar AS. Penurunan itu didorong berkurangnya impor barang modal dan bahan penolong.

Adapun komoditas impor terbesar NTB selama paruh pertama tahun ini didominasi oleh karet dan barang dari karet senilai 22,38 juta dolar AS atau sekitar 52,01 persen serta mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 11,61 juta dolar AS yang setara 27 persen.

Pewarta : Maulana
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026