Eks Istri Polisi Tewas dengan Senpi di Medan, Keluarga Ungkap Sederet Kejanggalan

calendar_today 06.08.2026 - person  - timer ~

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Jakarta, VIVA –bAyah kandung WLG, Sanalu Gowasa membeberkan sejumlah kejanggalan terkait kematian putrinya, yang merupakan mantan istri personel Polrestabes Medan, Brigadir IH yang tewas menggunakan senjata api dinas milik Polri.

Baca Juga

WLG (35) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi, di rumah Brigadir IH di Perumahan Bumi Asri, Jalan Pondok Kelapa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu sore, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sanalu Gowasa menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui korban tewas dari petugas kepolisian pada Senin 3 Agustus 2026. Keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah. Yang mana, pihak kepolisian menyebutkan korban tewas bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya itu.

Baca Juga

Sanalu Gowasa mengatakan dirinya diberitahu bahwa korban bukan tewas karena senjata api. Tapi, melainkan sakit jantung, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan selama sepekan terakhir. 

“Saya sempat bertanya, bukannya anak saya masih di Jakarta. Adiknya bilang kalau dia (WLG) sudah dijemput mertuanya ke Medan,” sebut Sanalu Gowasa kepada wartawan, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.

Baca Juga

Usai mendapatkan informasi putrinya tewas, Sanalu Gowasa mengatakan pihak keluarga langsung mendatangi RS Bhayangkara Medan. Lalu, ia mengatakan dirinya tidak diperbolehkan untuk melihat jenazah dan melapor serta harus mendapat izin dari Polsek Medan Helvetia.

Setelah kembali ke rumah sakit, Sanalu akhirnya diperbolehkan melihat jenazah putrinya, keesokan harinya. Dia pun, terkejut dengan kondisi tubuh putrinya. 

“Saya kaget karena menurut saya ini bukan meninggal karena penyakit. Saat itu saya hanya diperlihatkan bagian wajah dan saya melihat wajah anak saya memar-memar,” jelas Sanalu Gowasa.

Melihat kematian putrinya diduga tidak wajar itu. Sanalu mengatakan tidak menerima kesimpulan yang menyebut putrinya diduga bunuh diri menggunakan pistol. Menurutnya, kondisi jenazah yang dilihatnya tidak sesuai dengan dugaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada lubang di bagian kepala, tetapi saya menduga itu bukan bekas peluru. Ada jahitan di sana. Rambutnya juga tidak terbakar,” beber Sanalu Gowasa.

Sanalu juga mengungkapkan melihat memar pada bagian leher dan beberapa bagian tubuh korban. Berdasarkan kondisi tersebut, keluarga menduga korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.“Kami tidak terima kalau anak saya dibilang bunuh diri. Kami menduga ada penganiayaan,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Selanjutnya, Sanalu akan membuat laporan ke Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, setelah menerima hasil autopsi yang hingga kini belum diserahkan kepada pihak keluarga.