Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen Ditopang konsumsi Rumah Tangga

calendar_today 05.08.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) terutama ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring tingginya aktivitas belanja masyarakat selama musim libur dan perayaan hari besar keagamaan.

Selain konsumsi rumah tangga, kinerja ekonomi juga didukung oleh peningkatan investasi serta percepatan belanja pemerintah sepanjang April hingga Juni 2026.

Secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen dibanding kuartal sebelumnya. Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

Meski masih mencatat pertumbuhan yang solid, capaian kuartal II 2026 lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026 yang tumbuh 5,61 persen (yoy). Namun, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,12 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen terbesar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) yaitu pada kuartal II 2026, kontribusinya mencapai 53,32 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan sebesar 5,06 persen secara tahunan.

“Kontribusi menurut pengeluaran ke pertumbuhan ekonomi paling tinggi adalah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi 53,32 persen dengan tumbuh 5,06 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu, 5 Agustus.

Menurut Edy, peningkatan konsumsi dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat selama masa liburan dan hari besar keagamaan, sehingga kondisi tersebut mendorong kenaikan belanja pada berbagai sektor, terutama restoran dan hotel yang tumbuh 6,47 persen serta transportasi dan komunikasi yang meningkat 5,71 persen.

Ia mengungkapkan sehingga kinerja sektor-sektor tersebut menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga yang masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumber pertumbuhan mencapai 2,67 persen.

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh sebesar 6,87 persen (yoy) dengan kontribusi 29,36 persen (yoy).

"Keduanya merupakan komponen dengan kontribusi terbesar ke pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 (Konsumsi dan PMTB) dengan total kontribusi mencapai 82,68 persen (yoy)," ungkapnya.

Selanjutnya, komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 15,97 persen (yoy), namun kontribusinya hanya mencapai 7,57 persen (yoy) terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Konsumsi pemerintah ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada triwulan ini," jelasnya.

Ia menambahkan jika dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,67 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan menyumbang 2,06 persen dan konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,07 persen.

Edy menjelaskan investasi menunjukkan kinerja positif didukung peningkatan pembelian kendaraan tumbuh sebesar 26,03 persen, peralatan produksi sebesar 16,18 persen, serta realisasi investasi di berbagai kawasan ekonomi sebesar 7,14 persen.

Selanjutnya konsumsi pemerintah juga tumbuh tinggi sebesar 15,97 persen dengan peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, serta percepatan belanja barang dan jasa.

BACA JUGA:


Menurutnya, peningkatan belanja barang yang disalurkan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan konsumsi pemerintah.

“Konsumsi pemerintah juga tumbuh didorong oleh peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Secara nominal, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal II 2026 mencapai Rp6.552 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) 2020 tercatat sebesar Rp3.576 triliun.

Dari sisi wilayah, seluruh kawasan Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif yaitu pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional dengan pangsa 56,47 persen, diikuti Sumatera sebesar 22,8 persen.

Adapun wilayah Bali dan Nusa Tenggara membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,10 persen, disusul Jawa 5,65 persen dan Sulawesi 5,53 persen.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+