Jumat, 2 Oktober 2026 19:50 WIB
Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto didampingi Dinas Perhubungan Kudus Mundir menyampaikan rilis inflasi di Kantor BPS Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus, Jawa Tengah (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus pada triwulan II 2026 tumbuh 7,64 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang terkontraksi 0,11 persen.
"Sementara, secara kuartal ke kuartal, ekonomi Kudus pada triwulan II 2026 tumbuh 1,86 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi secara c-to-c atau kumulatif semester I 2026 dibandingkan semester I 2025 tercatat sebesar 6,45 persen," kata Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto saat rilis inflasi di Kantor BPS Kudus, Jumat.
Ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus itu, karena adanya kontribusi terbesar dari sektor industri pengolahan sebesar 75,36 persen.
Kontribusi tersebut jauh lebih besar dibandingkan sektor perdagangan sebesar 6,31 persen, konstruksi 4,48 persen, serta pertanian sebesar 2,68 persen.
Sementara sektor lainnya, seperti transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa pendidikan, pertambangan, serta pengadaan air memberikan kontribusi yang bervariasi, mulai dari sekitar 2 persen hingga 0,50 persen.
Menurut Eko, seluruh lapangan usaha di Kabupaten Kudus mencatatkan pertumbuhan positif selama triwulan II 2026. Adapun lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Ia menjelaskan peningkatan aktivitas industri pengolahan, termasuk industri hasil tembakau (IHT), turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kudus pada triwulan II 2026.
Pada periode yang sama tahun 2025, kata dia, aktivitas industri tembakau sempat mengalami penurunan sehingga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sementara pada tahun ini, aktivitas industri mulai menunjukkan peningkatan.
Selain industri pengolahan, sejumlah lapangan usaha juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, di antaranya pertanian, pengadaan listrik dan gas, serta informasi dan komunikasi.
Pertumbuhan sektor pertanian, kata Eko, antara lain dipengaruhi musim panen raya. Selain tanaman pangan, aktivitas peternakan juga mendapat dorongan dari momentum Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.