Dukung kesehatan lansia, mahasiswa UMS aktif dalam program PROLANIS Puskesmas Gatak

calendar_today 12.07.2026 - person  - timer ~

Dukung kesehatan lansia, mahasiswa UMS aktif dalam program PROLANIS Puskesmas Gatak

Minggu, 12 Juli 2026 16:32 WIB

Image Print

Penyuluhan kesehatan oleh mahasiswa UMS. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang digelar di halaman Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (11/7).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Puskesmas Gatak, BPJS Kesehatan, serta mahasiswa UMS dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya penyandang penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai desa di wilayah kerja Puskesmas Gatak dan mayoritas merupakan anggota aktif PROLANIS yang secara rutin mengikuti kegiatan setiap bulan.

Dosen pendamping kegiatan Farid Rahman, SSt.Ft., M.Or., Ftr., menerangkan PROLANIS merupakan program yang dikembangkan BPJS Kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk memberikan pelayanan kesehatan berkesinambungan bagi peserta dengan penyakit kronis.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif melalui pemantauan kesehatan berkala, edukasi, aktivitas fisik, serta pendampingan peserta dalam mengelola penyakitnya secara mandiri,” jelasnya, Minggu.

Keterlibatan mahasiswa UMS dalam kegiatan ini menurutnya menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berperan dalam pendampingan peserta selama kegiatan fisik serta memberikan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan penyakit kronis.

Di Puskesmas Gatak, pelaksanaan PROLANIS dilakukan secara berkala melalui berbagai kegiatan. Pemeriksaan kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaksanakan setiap hari Selasa pada minggu pertama setiap bulan. Sementara itu, senam dan edukasi kesehatan rutin digelar setiap Sabtu.

Bagi peserta diabetes melitus, pemeriksaan laboratorium dilakukan setiap tiga bulan sekali, sedangkan peserta hipertensi menjalani pemeriksaan laboratorium setiap enam bulan sesuai indikasi medis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam PROLANIS yang dipandu instruktur berpengalaman. Senam berlangsung selama kurang lebih 45 menit dengan gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta yang sebagian besar merupakan kelompok lanjut usia. Kegiatan meliputi pemanasan, latihan inti berupa peregangan, keseimbangan, koordinasi gerak, penguatan otot, latihan pernapasan, hingga pendinginan.

Dalam pelaksanaan senam, mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMS turut mendampingi peserta, khususnya lansia yang membutuhkan bantuan dalam menjaga keseimbangan maupun memahami gerakan yang benar. Pendampingan tersebut membantu peserta mengikuti seluruh rangkaian aktivitas dengan aman dan nyaman.

Selain meningkatkan kebugaran jasmani, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga memiliki manfaat penting bagi penyandang penyakit kronis. Senam dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi, meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes melitus, memperbaiki sirkulasi darah, menjaga kelenturan otot dan sendi, serta meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh pada lansia.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Profesi Apoteker UMS. Materi yang diberikan mencakup pentingnya aktivitas fisik secara teratur, pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus, pola makan sehat, kepatuhan mengonsumsi obat, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Salah satu peserta Heni Astuti (72) mengaku telah mengikuti PROLANIS selama kurang lebih sepuluh tahun. Menurutnya, program tersebut memberikan banyak manfaat karena selain dapat berolahraga bersama, peserta juga memperoleh kesempatan memantau kondisi kesehatan secara rutin.

Sementara itu, peserta lain Suwahyo (76) yang memiliki riwayat hipertensi menyampaikan pengalamannya setelah rutin mengikuti program tersebut.

“Dulu tekanan darah saya sering tinggi. Setelah rutin ikut kegiatan PROLANIS, ikut senam dan kontrol kesehatan sekarang tekanan darah saya sudah lebih terkontrol. Kegiatan ini sangat membantu saya untuk tetap menjaga kesehatan,” paparnya.

Meskipun demikian, tim dari UMS juga menemukan celah salah satunya adalah rendahnya kesadaran sebagian peserta untuk hadir secara rutin dalam setiap kegiatan. Selain itu, keterbatasan transportasi menuju lokasi kegiatan juga menjadi kendala bagi beberapa peserta lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas dan bergantung pada bantuan keluarga.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.