Jakarta (ANTARA) - Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintah dalam periode 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming telah diterima 57 juta lebih anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Kurnia Ramadhana di Jakarta, Minggu, menjelaskan per 30 September 2026, program MBG telah menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Kurnia menyampaikan, pemerintah tidak hanya terus memperluas jangkauan penerima, tetapi juga memperketat standar keamanan pangan.
"Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari upaya memperketat standar kebersihan dan keamanan pangan," kata Kurnia Ramadhana.
Ia melanjutkan per 30 September 2026, realisasi anggaran MBG yang diperoleh dari APBN mencapai Rp153,2 triliun atau sekitar 66,9 persen dari pagu anggaran sebesar Rp229 triliun.
"Pada 2027, pemerintah menargetkan program MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat, yang terdiri atas peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata dia.
Dari 27.486 SPPG yang telah berdiri itu, Badan Gizi Nasional pada minggu ini (14/10) juga meresmikan sembilan SPPG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), khususnya di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sembilan SPPG tersebut merupakan tambahan dari SPPG yang telah ada sehingga saat ini totalnya ada 14 unit.
Sembilan SPPG baru yang rampung dibangun di Natuna itu mencakup SPPG Sedanau 2 (Segeram), SPPG Mekar Jaya, SPPG Binjai, SPPG Batu Berian, SPPG Teluk Buton, SPPG Pulau Laut, SPPG Sabang Mawang, SPPG Sededap, dan SPPG Selading.
MBG prasmanan
Dalam perjalanannya, sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG saat ini diuji coba untuk diberikan secara prasmanan ke anak-anak sekolah di beberapa tempat.
Kepala BGN Sudaryono, saat ditemui wartawan pada Jumat (16/10), menjelaskan penyaluran MBG secara prasmanan saat ini memasuki tahap uji coba (piloting) di beberapa daerah, antara lain di Pulau Jawa, Aceh, Palembang, dan ada juga di daerah-daerah 3T.
"Jadi, kami ingin piloting ini betul-betul prima, kami bisa lihat dan mitigasi semua persoalannya, bisa kita atasi, baru kemudian kita secara bertahap, ya, dari katakanlah ini 66 (SPPG, red.), mungkin di tahap berikutnya setelah dua minggu kita evaluasi, kita bereskan, misalnya di 500, habis itu 1.000, 1.500, secara bertahap akan bertambah," kata Sudaryono.
BGN menargetkan hingga akhir tahun 2026 sebanyak 5.000 SPPG mulai mengadopsi sistem prasmanan saat menyalurkan MBG kepada para penerima manfaat.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.