Rabu, 9 September 2026 12:23 WIB
Tim pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar dua kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026) malam. ANTARA/Gunawan.
Blora (ANTARA) - Dua kandang ayam di Dukuh Ngronggah, Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kebakaran dan mengakibatkan 30.000 ekor ayam mati, sehingga pemilik mengalami kerugian hingga Rp1,8 miliar, Selasa.
"Kebakaran dua kandang ayam tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa (8/9) pukul 19.00 WIB," kata Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Agung Triyono di Blora, Rabu.
Sementara ayam yang mati terpanggang tersebut, kata dia, baru berusia sekitar satu minggu.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran tersebut diawali dengan suara letupan seperti benda terbakar di bagian tengah kandang.
Saksi kemudian meminta pertolongan warga. Kemudian warga yang berdatangan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api semakin membesar.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Kunduran dan BPBD dan Damkar Blora. Petugas gabungan segera melakukan pemadaman serta menyuplai air untuk mendukung proses pemadaman.
"Dua kandang terdampak dalam kebakaran tersebut. Kandang I berukuran sekitar 54 x 12 meter, sedangkan kandang II berukuran sekitar 38 x 12 meter," ujarnya.
Selain menyebabkan 30.000 ekor ayam mati, kebakaran juga menghanguskan sejumlah peralatan peternakan, di antaranya 20 blower, empat mesin diesel, satu kulkas, sekitar 600 tempat pakan, 100 karung pakan, dua pemanas, satu springbed, satu televisi, enam kamera CCTV, satu jet pump, 15 unit pompa air Sanyo, tiga toren, dan satu genset.
Berdasarkan penanganan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari bagian selatan kandang II dan diperkirakan dipicu korsleting listrik pada dinamo blower.
"Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material yang dialami pemilik peternakan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin/Gunawan
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.