Dua agenda transisi energi bertemu di Pulau Rengit

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Pulau Rengit mungkin hanya titik kecil dalam peta energi Indonesia. Namun, pada Agustus 2026, pulau itu menjadi tempat bertemunya dua agenda besar: target membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GWp dan kemitraan internasional melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).

Di pulau yang berada di Kepulauan Bangka Belitung itu, PLN mengembangkan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) — ekosistem energi bersih yang mengintegrasikan PLTS, baterai penyimpan energi, turbin angin, produksi dan penyimpanan hidrogen hijau, fuel cell, serta sistem manajemen energi.

Diluncurkan pada 22 Agustus 2026, GEET juga menjadi ruang pembelajaran dan pengujian teknologi energi bersih untuk sistem kelistrikan pulau kecil. Ekosistem tersebut telah meningkatkan layanan listrik di Pulau Rengit dari sekitar 12 jam menjadi 24 jam per hari.

Dalam peluncuran program nasional PLTS 100 gigawatt peak (GWp) pada 25 Agustus 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut PLTS Pulau Rengit berkapasitas 0,078 megawatt peak (MWp) sebagai salah satu dari empat proyek yang terhubung dengan program tersebut.

Baca juga: Ketika kelangkaan energi membayangi aktivitas warga Sulsel

Meski kapasitas PLTS-nya kecil, Pulau Rengit menjadi laboratorium skala pulau untuk melihat bagaimana energi surya, penyimpanan listrik, angin, dan hidrogen dapat dipadukan guna memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas akses listrik.

Di sana, kemitraan Indonesia dan Jerman dalam transisi energi bersih menemukan bentuk yang lebih konkret, bukan lagi semata komitmen di atas kertas.

Dalam dialog kebijakan "The Trilemma of Clean Energy Transition" di Jakarta pada 22 September 2026, Kepala Departemen Asia Tenggara Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Bettina Kellersmann menyebut proyek percontohan hidrogen hijau (bahan bakar bersih yang dihasilkan dari air) di Pulau Rengit sebagai salah satu dari tiga area dukungan JETP.

JETP merupakan skema kerja sama sejumlah negara maju untuk membantu negara berkembang meninggalkan energi fosil. Kemitraan itu telah berjalan di Indonesia sejak disepakati dalam KTT G20 Bali pada 2022.

Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.