DPTPH Kaltim optimalkan Platform Setop Boros tekan ratusan ribu ton limbah pangan - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Inisiatif strategis ini menjadi langkah konkret daerah untuk menyelamatkan pangan layak konsumsi agar tidak terbuang sia-sia, sehingga ketahanan gizi masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan

Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan pemanfaatan Platform Setop Boros Pangan guna menekan timbulan ratusan ribu ton limbah makanan sekaligus mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Inisiatif strategis ini menjadi langkah konkret daerah untuk menyelamatkan pangan layak konsumsi agar tidak terbuang sia-sia, sehingga ketahanan gizi masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kamis.

Tercatat, wilayah Kalimantan Timur setiap tahun menghasilkan sekitar 881.462 ton tumpukan sampah, dimana komponen penyumbang terbesarnya justru berasal dari limbah sisa makanan konsumsi masyarakat.

Skala pemborosan pangan secara nasional juga tercatat sangat tinggi dengan potensi kerugian ekonomi negara ditaksir mencapai Rp213 triliun per tahun.

"Melalui pencatatan dan pelaporan terpadu pada platform digital ini, kita memiliki dasar kuat untuk memonitor, mengevaluasi, serta menyelamatkan pangan berlebih agar bisa langsung dimanfaatkan kembali," ujar Fahmi.

Langkah menjaga lingkungan ini diselaraskan dengan ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pasokan makanan terdistribusi secara efisien.

"Keberhasilan program pemenuhan gizi nasional ini nyatanya tidak cuma dinilai dari seberapa besar porsi yang disajikan, tetapi dari seberapa cermat kita memastikan tidak ada satu pun bahan pangan bernutrisi yang terbuang percuma," tuturnya.

Untuk memastikan mitigasi limbah ini berjalan optimal hingga ke pelosok daerah, kata Fahmi, pemerintah turut memaksimalkan peran para personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh kabupaten dan kota sebagai garda terdepan pengawasan.

"Lewat sinergi pengelolaan pangan yang efisien ini, kita siap mewujudkan perbaikan kualitas gizi warga sekaligus mengukuhkan ketahanan ekosistem pangan Kaltim yang tangguh dan ramah lingkungan," ujar Fahmi.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.