Sangatta (ANTARA) - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan nilai keagamaan dan akhlak masyarakat melalui kegiatan Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib 30 juz di Ruang Panel Gedung DPRD Kutim, Selasa (18/8/2026).
“Kegiatan khataman ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ucap Sekretaris DPRD Kutim, Jainuddin.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.10 Wita hingga sekitar 12.15 Wita tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ungkapan syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 38 peserta mengikuti khataman dengan masing-masing menyelesaikan satu juz Al-Qur’an secara bil ghaib. Peserta berasal dari pondok pesantren, TPA, masjid, serta masyarakat umum dari sejumlah wilayah Kutim, di antaranya Sangatta, Bengalon dan Rantau Pulung.
“Semoga seluruh doa dan harapan agar wilayah bapak ibu senantiasa berkah, makmur, aman serta tenteram betul-betul dikabulkan Allah SWT,” kata Jainuddin.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutim Jimmi menilai ulama, santri, hafiz dan hafizah memiliki peran penting dalam menjaga moral, akhlak serta keimanan masyarakat.
Dia mengatakan penguatan nilai agama perlu berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Termasuk dalam pengelolaan potensi sumber daya alam Kutim agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mendukung berbagai upaya penguatan nilai keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Jimmi juga menilai kehadiran ulama dari luar negeri dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mendalami Al-Qur’an, hadis, tahfiz dan syiar Islam.
Dalam kegiatan tersebut, Prof Dr Al Habib Alwi dari, Yaman, turut memberikan ceramah kepada peserta dan undangan.
Dalam ceramahnya, Prof Alwi menekankan bahwa mempelajari dan menghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan kemampuan mengingat ayat. Hafalan, kata dia, harus disertai pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an harus menyentuh hati dan membentuk perilaku, bukan sekadar menjadi bacaan yang dilantunkan secara lisan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para penghafal Al-Qur’an untuk menjaga salat, akhlak, pergaulan, hubungan dengan orang tua, serta silaturahmi. Menurutnya, Al-Qur’an dan Sunah Nabi menjadi pedoman yang saling melengkapi dalam membimbing umat.
Kegiatan Khataman Al-Qur’an Bil Ghaib tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum itu diharapkan dapat mendorong masyarakat Kutim semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperkuat akhlak, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai salah satu landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.