DPRD Kalteng minta penyertaan modal BUMD tak produktif dievaluasi

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

DPRD Kalteng minta penyertaan modal BUMD tak produktif dievaluasi

Jumat, 17 Juli 2026 12:49 WIB

Image Print

Wakil Ketua DPRD Kalteng, Riska Agustin. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Riska Agustin meminta pemerintah daerah mengevaluasi penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah (BUMD) yang belum menunjukkan kinerja optimal.

"Pada saat pembahasan Banggar maupun di tingkat komisi bersama mitra OPD, kami juga membahas BUMD yang kinerjanya sudah kurang maksimal," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Menurut Riska, evaluasi diperlukan agar anggaran daerah tidak terus dialokasikan kepada perusahaan daerah yang belum mampu memberikan hasil sesuai harapan.

Ia menilai setiap penyertaan modal harus disertai ukuran kinerja yang jelas sehingga penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi daerah.

Riska mengatakan pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menentukan BUMD yang layak mendapat dukungan pendanaan. Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran dapat diarahkan pada sektor yang memberikan dampak nyata terhadap keuangan daerah.

Ia mencontohkan Bank Kalteng sebagai BUMD yang telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pengembangannya dinilai lebih tepat untuk terus didorong.

"Kalau memang BUMD yang bisa berjalan hanya Bank Kalteng, ya kita maksimalkan Bank Kalteng karena itu juga untuk memaksimalkan PAD kita," ujarnya.

Selain meningkatkan kontribusi PAD, kebijakan tersebut juga dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan anggaran daerah di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

Riska berharap pemerintah daerah menjadikan evaluasi kinerja sebagai dasar dalam menentukan kebijakan penyertaan modal kepada setiap BUMD sehingga anggaran dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Pewarta : Rajib Rizali
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.