Jakarta (ANTARA) - Pimpinan DPR RI menyerap penyampaian aspirasi dari perkumpulan Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (AMJ) soal perpanjangan masa jabatan, berhubung jabatan kepala desa akan berakhir pada 2027.
Dalam audiensi yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, Ketua Umum Kepala Desa AMJ Jaro Muhadi mengatakan bahwa perpanjangan masa jabatan kepala desa akan mengurangi biaya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), sesuai dengan semangat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah saat ini.
"Kami selaku Koordinator Nasional Kepala Desa yang berakhir terhitung dari 2027, 2028, 2029 sebanyak 36.000 kepala desa se-Indonesia meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkan skema keberlanjutan masa jabatan," kata Jaro.
Menurut dia, perkumpulannya itu juga meminta agar para kades petahana saat ini diperpanjang masa jabatannya tanpa perlu pelaksanaan Pilkades dalam periode tertentu, dengan batas-batas waktu yang ditentukan secara jelas dan tetap berdasarkan mekanisme hukum.
Dengan keberlanjutan itu, dia mengatakan para kepala desa akan lebih fokus menyelesaikan program pembangunan di desa dan mengawal serta memastikan program prioritas nasional seperti Maka Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Untuk mewujudkan ini, diperlukan pemerintahan desa yang stabil, bebas dari konflik horisontal, dan tidak terjadi kekosongan atau transisi pemerintahan yang dapat mengganggu pelayanan masyarakat desa," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa DPR akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya terkait aspirasi yang disampaikan Kades AMJ tersebut.
Namun, dia pun mengingatkan bahwa semua keputusan nantinya berada di tangan pemerintah. Dia pun berharap agar semua urusan terkait aspirasi itu bisa berjalan lancar.
"Kami akan melakukan koordinasi-koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kemudian mengkoordinasikan aspirasi tadi," kata Dasco.
Baca juga: Anggota DPR minta Kemendag tindak tegas praktik mark up harga masker
Baca juga: Komisi VII: Standardisasi industri jangan pinggirkan petani kecil
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.