Kamis, 27 Agustus 2026 16:19 WIB
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto memimpin rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Hukum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (ANTARA/HO-DPR RI)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai bahwa keberadaan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada yang akan menjalani proses serah terima dari Italia ke Indonesia, perlu juga menghadirkan transfer teknologi bagi TNI AL maupun insinyur produsen kapal di Indonesia.
Dia mengatakan bahwa Indonesia perlu mempelajari pengoperasian kapal induk, karena KRI Gajah Mada itu akan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki oleh militer Indonesia.
"Biar orang-orang jadi pinter, pelaut-pelaut kita, engineer-engineer kita belajar langsung," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan bahwa Komisi I DPR RI juga telah memproses penyerahan kapal induk tersebut pada bulan lalu. Seperti diketahui, urusan pengadaan alutsista perlu melalui persetujuan DPR RI.
"Rencana tanggal 15 (September) sampai sini, sudah diproses," kata ketua komisi yang membidangi urusan pertahanan dan keamanan itu.
Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memastikan kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada akan membangkitkan industri pertahanan (indhan) dalam negeri.
"Ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kemampuan dan keterlibatan industri pertahanan maritim nasional," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September.
Selama perjalanan menuju Indonesia, kapal tersebut masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia. Setibanya di Indonesia, kapal yang diperoleh melalui skema hibah antarpemerintah itu akan berganti bendera menjadi Merah Putih dan diberi nama KRI Gajah Mada.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026