DPR: Krisis Pendidikan dan Infrastruktur Harus Segera Diatasi

calendar_today 24.07.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Pemerintah diminta memprioritaskan pembenahan sektor pendidikan, di tengah masih banyaknya persoalan. Mulai dari sekolah negeri yang kekurangan murid, bangunan sekolah rusak, hingga krisis guru yang belum terselesaikan.

Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa memandang wilayah tempat tinggalnya.

"Pendidikan adalah hak dasar setiap anak Indonesia, semua anak berhak memperoleh kesempatan untuk bisa bersekolah dengan baik," ujar Cucun, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Kesejahteraan Anak Harus Masuk Indikator Utama Keberhasilan Pembangunan Nasional

Untuk itu, negara wajib memastikan layanan pendidikan yang adil dan merata, termasuk memperbaiki sarana-prasarana sekolah yang masih rusak serta menjamin pemerataan tenaga pendidik.

Dia pun menyoroti fenomena sekolah dasar negeri di sejumlah daerah yang kekurangan bahkan tidak memiliki murid pada tahun ajaran baru. Di sisi lain, laporan mengenai sekolah rusak hingga ambruk serta persoalan kekurangan guru masih terus terjadi.

"Maka penting sekali agar kualitas pendidikan semakin diprioritaskan, termasuk menjamin infrastruktur serta fasilitas pendukung seperti transportasi, akses jalan dan jembatan menuju ke sekolah. Kesejahteraan guru pun perlu ditingkatkan karena untuk pendidikan yang baik, faktor guru menjadi salah satu hal penting," katanya.

Baca Juga: Bedah UU Pesantren, Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

Wakil Ketua Umum PKB itu juga meminta program revitalisasi sekolah terus diperluas hingga ke daerah-daerah, serta dilakukan tanpa diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta.

Selain pendidikan, DPR juga mendukung evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tata kelolanya semakin baik dan tujuan mengatasi stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai.

"Kami mendukung evaluasi menyeluruh pada program MBG seperti arahan Bapak Presiden. Dengan memperbaiki apa-apa yang kurang serta dengan tata kelola yang semakin baik, kita optimis cita-cita mulia dari MBG akan tercapai," pungkas Cucun.