DPR Dorong Menkeu Baru Tuntaskan Kewajiban Whoosh Tanpa Bebani Fiskal |Republika Online

calendar_today 16.09.2026 - person  - timer ~

Penumpang kereta cepat Whoosh berjalan untuk memasuki gerbong di Stasiun KCIC Halim, Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib meminta Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara, secepatnya menjamin penuntasan kewajiban pembiayaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh berjalan tanpa menimbulkan beban fiskal jangka panjang. Menurutnya, pergantian Menkeu tidak boleh menghambat proses penyelesaian kewajiban proyek strategis tersebut.

Labib mendorong Menkeu baru untuk segera memberikan kepastian mengenai skema penyelesaian kewajiban KCIC. Ini termasuk perhitungan beban keuangan negara dan mekanisme pembayarannya.

"Yang penting, penyelesaiannya harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak mengorbankan ruang fiskal untuk kebutuhan pembangunan lainnya," kata Labib dalam keterangannya pada Senin (15/9/2026).

Labib memandang penyelesaian persoalan Whoosh tidak boleh hanya berorientasi pada pengalihan atau penataan kewajiban, tetapi juga disertai strategi memperkuat keberlanjutan proyek. Pemerintah perlu mendorong peningkatan utilisasi penumpang, efisiensi operasional, integrasi dengan kawasan ekonomi, serta pengembangan sumber pendapatan agar proyek tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Ini bukan hanya persoalan utang, tetapi bagaimana investasi infrastruktur strategis dapat memberikan manfaat ekonomi yang sepadan. Jangan sampai negara terus dibebani kewajiban pembiayaan, sementara potensi ekonomi dari konektivitas dan pengembangan kawasan di sekitar jalur kereta cepat belum dimaksimalkan," ujar politisi Golkar itu.

Labib berharap Menkeu baru segera berkoordinasi dengan Danantara, Kementerian BUMN/Badan Pengaturan BUMN, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait untuk menyusun peta jalan penyelesaian KCIC yang jelas. Ia menegaskan Komisi VI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan.

"Ini agar penyelesaian kewajiban Whoosh tetap menjaga kesehatan keuangan negara sekaligus memastikan proyek tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan konektivitas, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Labib.

Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menkeu pada era Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden Prabowo melantik Suahasil sebagai Menkeu untuk sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029 pada Senin.

Usai pelantikan, Suahasil mengatakan Presiden memberikan arahan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Dia juga memastikan defisit APBN tetap di bawah 3 persen.

sumber : Antara