DPR Cecar Purbaya soal Pertumbuhan 5,45%, Ekonom: Enggak Ada Hasilnya

calendar_today 05.09.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 05 September 2026, 09:50 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekonom senior Ferry Latuhihin meragukan klaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Keraguan serupa juga pernah disampaikan anggota DPR Fraksi PDIP yang mempertanyakan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, karena hasil dari angka pertumbuhan tersebut belum terlihat nyata.

"Kita lihat saja pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi ya 5,61% ya di kuartal pertama, 5,29% di kuartal kedua sehingga rata-ratanya adalah 5,45%. itu hasilnya apa? Dan itu dipertanyakan DPR oleh Fraksi PDIP terhadap Purbaya. Hasilnya apa? Enggak ada hasilnya," ujarnya dalam kanal YouTube FERRY LATUHIHIN, dikutip Sabtu (5/9).

Ferry menilai pemerintah keliru memahami tugas utama negara. Menurutnya, apapun ideologi yang dianut, tugas utama pemerintah adalah menciptakan lapangan kerja.

"Tugas utama pemerintah bukan memberikan makan berbizi gratis, bukan mendirikan koperasi desa merah putih. Tugas utama adalah menciptakan lapangan kerja," tegasnya.

Ia juga mempertanyakan validitas angka pertumbuhan yang tinggi. Menurutnya, jika benar ekonomi tumbuh solid, seharusnya terlihat secara fisik melalui pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Purbaya Larang Jakarta Cari Utang, Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun

"Misalnya di kota-kota besar ya, tumbuhnya kembali lagi ya bermunculannya skycrappers ya, gedung-gedung perkantoran yang tinggi, apa panjang jalanan yang bertambah, pelabuhan yang bertambah ya atau airport yang bertambah. Ini tidak ada kita lihat biasa-biasa saja," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, pada kuartal I-2026 ekonomi nasional tumbuh 5,61% (year-on-year/yoy). Kemudian di kuartal II sedikit melambat, namun tetap kuat di level 5,29% (yoy). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini tercatat 5,45%.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya