DPK Bangka Barat tingkatkan kepedulian warga rawat naskah kuno - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 26.08.2026 - person  - timer ~

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan penyuluhan untuk meningkatkan kepedulian warga merawat naskah kuno yang dimiliki agar tidak rusak.

"Hari ini kita laksanakan sosialisasi di Desa Airmenduyung, Kecamatan Simpangteritip, dan pada Jumat (28/8) akan kita gelar di Desa Tebing, Kecamatan Kelapa," kata Kepala Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Naskah Kuno Dina Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat Sandi Wijaya di Mentok, Rabu.

Menurut dia, penyuluhan penting dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, pelestarian, dan pendaftaran naskah kuno.

Tujuan kegiatan ini agar masyarakat sadar dan peduli terhadap naskah kuno, terlebih bagi yang memiliki atau menyimpan naskah tersebut.

"Kita juga mendorong agar masyarakat pemilik naskah kuno memberikan informasi terkait naskah yang dimiliki kepada petugas di kantor desa/kelurahan atau langsung ke DPK Bangka Barat agar bisa diketahui bersama isi dan asal usulnya," katanya.

Pemerhati budaya dan sejarah sekaligus pemilik sejumlah manuskrip di Mentok, Suryan Masrin menyambut baik kegiatan itu dan berterima kasih kepada pemerintah karena sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya merawat dan melaporkan manuskrip yang dimiliki.

"Kita juga ingin masyarakat mulai terbuka kepada pemerintah terhadap kepemilikan manuskrip atau naskah kuno agar bisa dilestarikan dan diketahui isinya," katanya.

Menurut dia, memberikan informasi terkait manuskrip atau naskah kuno merupakan amanat undang-undang dan peraturan yang ada.

"Kita terus berupaya untuk mengumpulkan dokumen naskah kuno untuk dipelajari dan kita berupaya untuk menyampaikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke masyarakat agar memberikan manfaat untuk kemajuan bersama," katanya.

Setelah kegiatan itu, tim dari DPK Bangka Barat bersama narasumber menyempatkan diri singgah di rumah tetua adat Airmendutung (Tok Senai), untuk mengecek kebenaran informasi keberadaan kitab tua yang ada di rumahnya.

Tim melakukan pemeriksaan dan menemukan fakta kitab tua milik Tok Senai dicetak tahun 1920-1940. Kitab itu berisi perukunan besar karya ulama Banjar Kalimantan.

Kitab tersebut menjadi kitab pertama yang diajarkan dan dipelajari warga di daerah itu.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.