Padang (ANTARA) - Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Siska Oktari, M.Psi. Psikolog, berhasil meraih penghargaan Third Place Best Oral Presenter Award pada The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026.
Konferensi diselenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada 16 Juli 2026 di Digital Learning Center Building (DLCB), USU Medan.
Mengusung tema "Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)", ICoPoF 2026 menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, serta mitra internasional untuk memperkuat sinergi antara hasil riset dan kebijakan pembangunan kependudukan serta pembangunan keluarga berbasis bukti (evidence-based policy).
Konferensi diikuti oleh 86 peserta, terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring, mewakili 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah dari Indonesia maupun luar negeri.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Muryanto Amin menegaskan bahwa tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas sektor, dan lintas negara. Menurutnya, ICoPoF 2026 menjadi wadah penting untuk mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam memperkuat kolaborasi yang mampu menghasilkan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang didasarkan pada bukti ilmiah.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyampaikan konferensi ini memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai fondasi tata kelola kependudukan menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan peneliti dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Pada konferensi tersebut, Siska Oktari mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Supporting Early Childhood Well-being: The Mediating Role of Authoritative Parenting Between Parents' Adaptive Emotion Regulation and Preschool Children's Socioemotional Difficulties." Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi bersama dosen dari Universitas Andalas dan Universitas Kebangsaan Malaysua, yaitu Asrawati, Septi Mayangsari, Laras Alifa Putri, Indah Rizki Nurjanah, Hilwa Abdullah @ Mohd. Nor, dan Sabrina Puti Afifah.
Penelitian ini berangkat dari pentingnya perkembangan sosioemosional pada anak usia dini sebagai fondasi kesehatan mental, kemampuan belajar, penyesuaian sosial, dan kesejahteraan sepanjang kehidupan. Berlandaskan Bioecological Model dari Bronfenbrenner dan Social Learning Theory dari Bandura, penelitian ini menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan perkembangan terdekat bagi anak, sementara orang tua menjadi model utama dalam pembelajaran perilaku emosional dan sosial.
Penelitian menggunakan desain cross-sectional terhadap 191 orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (4–6 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan orang tua dalam meregulasi emosi secara adaptif berhubungan positif dengan penerapan authoritative parenting, yaitu pola asuh yang ditandai dengan kehangatan, responsivitas, serta konsistensi dalam menetapkan aturan sambil tetap memberikan ruang bagi kemandirian anak. Di sisi lain, pola asuh authoritative berhubungan dengan tingkat kesulitan sosioemosional anak yang lebih rendah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa authoritative parenting berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara regulasi emosi adaptif orang tua dan kesulitan sosioemosional anak usia prasekolah. Dengan kata lain, kemampuan orang tua mengelola emosinya tidak hanya secara langsung mendukung perkembangan sosioemosional anak, tetapi juga melalui praktik pengasuhan yang lebih hangat, suportif, dan konsisten.
Temuan tersebut memberikan implikasi penting bagi pengembangan program intervensi keluarga dan pengasuhan anak usia dini. Program peningkatan kualitas pengasuhan tidak hanya perlu berfokus pada keterampilan mendisiplinkan atau mendampingi anak, tetapi juga perlu membantu orang tua mengembangkan kompetensi emosional, seperti kesadaran emosi, kemampuan mengelola stres, cognitive reappraisal, dan strategi regulasi emosi adaptif lainnya. Dengan demikian, kesejahteraan emosional orang tua dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan keluarga yang aman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan anak.
Atas kualitas presentasi, penguasaan materi, serta kontribusi ilmiah penelitian terhadap isu pembangunan keluarga dan kesejahteraan anak, presentasi tersebut berhasil memperoleh penghargaan Third Place Best Oral Presenter Award. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas penelitian sekaligus kemampuan penyampaian hasil riset pada forum ilmiah internasional.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat. Melalui partisipasi aktif pada forum internasional, hasil-hasil penelitian dosen Universitas Andalas diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti untuk mendukung pembangunan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, serta kesejahteraan anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Indonesia Emas 2045.
Penelitian dan partisipasi dalam konferensi ini didanai oleh Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology dan dikelola melalui Program EQUITY (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).