Dosen FK Universitas Ciputra Juara 1 JNM 2026, Ungkap Ancaman Mikotoksin terhadap Penyakit Ginjal Diabetes

calendar_today 23.07.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia akademik Indonesia. dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam.

dr Edwin berhasil meraih Juara 1 pada The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026 melalui penelitian inovatif yang mengungkap bagaimana paparan dua mikotoksin pangan, Ochratoxin A (OTA) dan Citrinin, dapat memperberat Diabetic Kidney Disease (DKD) atau penyakit ginjal akibat diabetes.

Penelitian tersebut dinilai sebagai salah satu karya ilmiah terbaik dalam forum nefrologi nasional yang mempertemukan para ahli ginjal, peneliti, dan akademisi dari berbagai institusi di Indonesia.

Penelitian berjudul "Integrated Toxicometabolomics and Multi-Omics Analysis Reveals Ferroptosis-Driven Renal Injury Induced by Ochratoxin A and Citrinin Co-Exposure in Experimental Diabetic Kidney Disease" mengintegrasikan pendekatan in silico, in vitro, metabolomik berbasis UHPLC–Orbitrap HRMS, serta model in vivo untuk mengungkap mekanisme molekuler bagaimana paparan OTA dan Citrinin mempercepat kerusakan ginjal pada kondisi diabetes.

Riset ini merupakan hasil kolaborasi ilmiah yang dibimbing oleh para pakar di bidang nefrologi, penyakit dalam, dan biomedis, yaitu dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM, Dr. dr. Metalia Puspitasari, M.Sc., Sp.PD-KGH, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Subsp.End.(K), Ph.D., serta Fahrul Nurkolis, S.Si., M.Biomed.

Hasil penelitian menunjukkan paparan OTA dan Citrinin secara bersamaan memperberat cedera ginjal diabetik melalui gangguan pada jalur system xc⁻–GSH–GPX4 yang memicu ferroptosis, yaitu mekanisme kematian sel akibat peroksidasi lipid dan stres oksidatif.

dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam berhasil meraih Juara 1 pada The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026

Temuan tersebut memberikan perspektif baru faktor lingkungan, khususnya kontaminan pangan, kemungkinan berperan dalam mempercepat progresivitas penyakit ginjal pada penyandang diabetes.

Menurut tim peneliti, hasil ini tidak hanya membuka peluang pengembangan terapi yang menargetkan jalur ferroptosis, tetapi juga menekankan pentingnya aspek pencegahan melalui pengendalian paparan mikotoksin dalam rantai pangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan Ochratoxin A merupakan mikotoksin yang banyak ditemukan pada kopi, serealia dan produk olahannya, gandum, jagung, beras, rempah-rempah, kakao, buah kering (seperti kismis), anggur, wine, serta beberapa produk pangan yang disimpan pada kondisi lembap.

Sementara Citrinin banyak dilaporkan terdapat pada beras, serealia, produk fermentasi berbasis Monascus (angkak), kacang-kacangan, rempah-rempah, dan beberapa produk pangan lain yang mengalami kontaminasi jamur selama penyimpanan.

dr. Edwin Hadinata, Sp.PD, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra sekaligus dokter spesialis penyakit dalam berhasil meraih Juara 1 pada The 8th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2026

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti menilai Indonesia memerlukan studi epidemiologi berskala nasional untuk mengetahui besarnya paparan OTA dan Citrinin pada masyarakat Indonesia, terutama karena pangan seperti beras, kopi, jagung, gandum, serealia, rempah-rempah, serta produk turunannya merupakan bagian dari konsumsi sehari-hari.

Data epidemiologi tersebut dinilai penting untuk menyusun strategi keamanan pangan, pemantauan paparan, serta upaya pencegahan penyakit ginjal kronis yang lebih komprehensif.

Apresiasi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG, Subsp. FER, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.

"Kami mengucapkan selamat kepada dr. Edwin Hadinata, Sp.PD atas pencapaian yang sangat membanggakan ini. Prestasi tersebut mencerminkan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dalam membangun budaya akademik yang unggul, mendorong inovasi riset, serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat,” kata Prof Hendy.

Penelitian tersebut memiliki nilai strategis karena mengangkat isu yang semakin relevan dalam kesehatan global.

"Penelitian ini menunjukkan faktor lingkungan, termasuk paparan mikotoksin dari pangan, perlu dipertimbangkan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi perjalanan penyakit ginjal akibat diabetes. Pendekatan multidisiplin yang digunakan menunjukkan kualitas riset yang sangat baik dan berpotensi menjadi landasan bagi penelitian lanjutan maupun pengembangan strategi pencegahan dan terapi di masa depan. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat,” paparnya.

Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dalam mendorong riset translasional yang mampu menjembatani ilmu dasar dengan penerapan klinis, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu nefrologi, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat di tingkat internasional.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+