Simpang Empat (ANTARA) - Cabang olahraga Grasstrack mencatatkan sejarah baru pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026. Kontingen Kota Payakumbuh mendominasi mutlak jalannya kompetisi dengan memborong seluruh medali emas yang tersedia di cabang tersebut.
Aksi sapu bersih medali emas oleh Kota Payakumbuh ini tersaji di Sirkuit Peridon Siap Maju Aek Nabirong, Kabupaten Pasaman Barat. Total enam nomor pertandingan yang dilombakan sepanjang tanggal 8 hingga 11 Oktober 2026 berhasil dikuasai sepenuhnya oleh pembalap dari daerah berjuluk Kota Randang tersebut.
Keberhasilan luar biasa ini diakui tidak lepas dari racikan strategi dan polesan tangan dingin dari sang pelatih. Sosok tersebut adalah Eldo Armi Putra, S.Sos, yang memegang peran ganda sebagai pelatih sekaligus manajer tim Grasstrack Kota Payakumbuh.
Eldo Armi Putra menyatakan rasa syukur dan bangganya yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diukir oleh para atlet didikannya. Menurutnya, hasil ini merupakan torehan sejarah baru sekaligus menjadi kebanggaan besar bagi kontingen Kota Payakumbuh dalam gelaran Porprov Sumbar XVI 2026.
Pujian dan apresiasi tinggi juga dialamatkan Eldo kepada para pembalapnya yang telah berjuang habis-habisan di lintasan balap. Kegigihan serta perjuangan penuh peluh dari para atlet tersebut dinilai sebagai kunci utama yang membuahkan hasil maksimal bagi daerah mereka.
Dalam kesempatan yang sama, Eldo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap unsur yang mendukung perjuangan tim. Apresiasi tersebut ia tujukan kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, KONI Kota Payakumbuh, IMI Kota Payakumbuh, serta pihak sponsor dari Nifara Coal Trading.
Berdasarkan data hasil perlombaan, dominasi Payakumbuh dimulai pada nomor Trail Standar 155 cc Umur 20 Tahun (Perorangan) melalui pembalap Chendika Arga yang sukses meraih emas. Ia berhasil mengungguli M. Arrazaq dari Padang Pariaman di posisi perak dan Khairul Zaki dari Pesisir Selatan di posisi perunggu.
Ketangguhan tim ini berlanjut pada nomor Trail Modifikasi 155 cc Umur 20 Tahun (Beregu) lewat penampilan duet Chendika Arga dan M. Dava Khayana yang mengamankan podium tertinggi. Posisi kedua ditempati oleh M. Firli Ababil dan Raihan Reszki dari Pasaman Barat, sementara perunggu diraih Khairul Zaki dan Muhammad Adriansyah dari Pesisir Selatan.
Pada kategori usia 21 tahun, nomor Trail Standar 155 cc (Perorangan) kembali dikuasai oleh wakil Payakumbuh, Meris Saputra, yang berhak atas medali emas. Meris menyisihkan perlawanan sengit pembalap tuan rumah Aldi Avitra dari Pasaman Barat serta Heru Pratama dari Padang Pariaman.
Emas keempat bagi Kota Payakumbuh dipersembahkan oleh kolaborasi maut M. Dava Khayana dan Meris Saputra pada nomor Trail Modifikasi 155 cc Umur 21 Tahun (Beregu). Duet ini memaksa pasangan Dendi Andika dan M. Ikhwan Wira Yuda Siregar dari Pasaman Barat puas dengan perak, serta Febrian Wiradana dan Rivaldi Wiradana dari Pesisir Selatan dengan perunggu.
Keperkasaan Payakumbuh kian tak terbendung setelah Alliffa Nur Ibnu Al Farizi dan M. Dava Khayana memenangi nomor Trail Standar 155 cc Umur 20 & 21 Tahun (Beregu). Medali perak nomor ini diraih oleh Khairul Zaki dan Febrian Waradana dari Pesisir Selatan, sedangkan perunggu didapat M. Arrazaq dan Heru Pratama dari Padang Pariaman.
Pesta kemenangan kontingen Kota Payakumbuh akhirnya ditutup dengan sempurna melalui nomor Trail Modifikasi 155 cc Umur 20 & 21 Tahun (Beregu) lewat aksi Chendika Arga dan Meris Saputra. Duet andalan ini berhak atas emas keenam, diikuti pasangan M. Arrazaq dan Heru Pratama dari Padang Pariaman yang meraih perak, serta M. Firli Ababil dan Abdi Dwi Putra dari Pasaman Barat di posisi ketiga.*