Gorontalo (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, mengikuti pelatihan Radiofrequency Ablation (RFA) Tiroid, dalam upaya meningkatkan kapasitas pelayanan untuk penanganan penyakit gondok.
"Setiap bulan, kami menemukan 20 lebih kasus baru penyakit tiroid atau gondok," kata Dokter sub spesialis endokrin metabolik RSUD Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo dr Taufik Ramadhan Biya SpPD Subsp EMD(K) FINASIM di Kabupaten Gorontalo, Rabu.
Ia mengatakan pihaknya mengikuti pelatihan RFA Tiroid dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah itu, maupun secara luas di Provinsi Gorontalo.
"Pelatihan ini juga sejalan dengan upaya RSUD Ainun Habibie Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan pelayanan penanganan tiroid tanpa tindakan operasi," katanya.
RFA Tiroid adalah teknologi maju di bidang kedokteran yang menangani benjolan atau menghilangkan tiroid tanpa operasi.
Keunggulan RFA yaitu minimal invasif atau tidak memerlukan sayatan besar, hanya tusukan kecil.
Bekas luka pun sangat minimal, sebab hanya meninggalkan bekas tusukan kecil yang biasanya tidak terlalu terlihat.
Selain itu, dengan RFA kata Taufik, pasien hanya memerlukan waktu pemulihan yang cepat atau pasien dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya sudah dapat beraktivitas normal.
Pihaknya berharap peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan tersebut, akan memberikan pelayanan terbaik pula bagi masyarakat atau penderita tiroid yang datang berobat di RSUD Ainun Habibie.
"Semoga tahun depan, alat RFA Tiroid ini sudah tersedia di RSUD Ainun Habibie Gorontalo. Kita doakan bersama," kata Taufik.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.