DLH Parigi: Pengendalian sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga

calendar_today 04.09.2026 - person  - timer ~

DLH Parigi: Pengendalian sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga

Jumat, 4 September 2026 16:54 WIB

Image Print

Sejumlah warga memungut sampah di kawasan Teluk Palu dalam kegiatan aksi bersih-bersih sampah di Palu, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan pengendalian sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga sampah dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah maka dibutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, maka penanganan yang harus dimulai dari sumber," kata Kepala DLH Parigi Moutong Maryam Tahun di Parigi, Jumat.

Ia mengemukakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah, dibutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Masyarakat, kata dia, memiliki peran penting dalam mengurangi timbulan sampah, termasuk membiasakan diri memilah dan menangani sampah sejak dari sumber.

"Kesadaran tentang kebersihan harus menjadi kebiasaan. Sampah tidak hanya barang busuk, tetapi juga bisa bernilai ekonomis bila dikelola dengan baik," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam persoalan kebersihan, tetapi mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Melalui penegakan aturan daerah tersebut diharapkan dapat diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam membuang, memilah, dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Menurut dia, pengelolaan sampah yang baik perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dimulai dari tingkat rumah tangga, sebelum sampah dibawa ke tempat pengumpulan atau pengolahan.

"Kami konsisten terus melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kebersihan," ucap Maryam.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026