DLH menyebut kualitas udara Kota Jambi masuk kategori tidak sehat - ANTARA News Jambi

calendar_today 23.08.2026 - person  - timer ~

Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menyebut kualitas udara di daerah itu masuk kategori tidak sehat setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 101 pada Minggu (23/8) pukul 12.00 WIB.

Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar di Jambi, Minggu, mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan hasil pemantauan pada pukul 11.00 WIB yang masih berada di angka 89.

"Baru pukul 12.00 WIB tadi ISPU berada di atas 100 dan sebelumnya masih di bawah 100, termasuk kemarin," katanya.

Mahruzar mengatakan ISPU di atas 100 menunjukkan kualitas udara telah masuk kategori tidak sehat sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khusus kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan.

Ia mengimbau kelompok rentan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan selama kualitas udara berada pada kategori tersebut.

"Masyarakat yang dalam kondisi sehat belum direkomendasikan menggunakan masker," kata Mahruzar.

Menurut dia, penggunaan masker bagi masyarakat secara umum baru direkomendasikan apabila ISPU telah mencapai lebih dari 150.

Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara.

Pemerintah kota setempat akan mengeluarkan edaran kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan, apabila ISPU meningkat hingga lebih dari 150.

"InsyaAllah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga tidak ada, karena Kota Jambi tidak memiliki hutan yang luas," katanya.

Kebakaran di Kota Jambi, kata dia, kalau pun ada lebih kepada semak belukar.

Ia menilai kondisi yang menyebabkan peningkatan ISPU kemungkinan terbawa angin dari kebakaran hutan di sekitar kota setempat.

Kualitas udara di Kota Jambi saat ini berada dalam kategori tidak sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemaran Udara yang fluktuatif, dipicu oleh peningkatan suhu harian serta potensi kabut asap karhutla.

Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.