DLH gandeng BNI untuk simpan dana penjualan sampah - ANTARA News Bangka Belitung

calendar_today 17.08.2026 - person  - timer ~

Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk penyimpanan dana penjualan sampah yang dikumpulkan oleh pelajar di daerah itu.

Kepala DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Senin, mengatakan pihaknya sengaja menggandeng BNI sebagai lembaga penyimpangan keuangan milik negara dari penjualan sampah yang dikumpulkan oleh pelajar di sekolah.

"Sampah non-organik seperti botol plastik bekas minuman, kertas, besi yang dikumpulkan oleh siswa di masing-masing sekolah, akan dijual baik langsung ke pengumpul barang bekas atau ke bank sampah di DLH yang sudah kami sediakan," kata dia.

Kalau sampah non-organik yang dijual ke bank sampah di DLH, kata dia, harga untuk masing-masing jenis barang sudah ditetapkan pemerintah daerah.

Untuk sampah jenis plastik, DLH membeli terendah Rp500 per kilogram dan harga tertinggi Rp4.000 per kilogram, seperti jenis plastik tutup galon, sementara sampah kaleng dibeli dengan harga terendah Rp1.500 per kilogram dan harga tertinggi jenis sampah kaleng berbahan aluminium dibeli Rp12.000 per kilogram.

Sampah berbahan kertas dibeli dengan harga terendah Rp300 per kilogram dan jenis sampah kertas HVS putih dibeli dengan harga Rp1.400 per kilogram.

Ia mengatakan sampah yang sudah dikumpulkan oleh siswa di sekolah akan diambil oleh petugas kebersihan yang ditunjuk. Setiap sampah non-organik dari sekolah akan ditandai supaya tidak tertukar dengan sampah dari sekolah lain.

"Hasil penjualan sampah non-organik akan disimpan di BNI dengan atas nama rekening masing-masing sekolah. Dana simpanan dari penjualan sampah dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk kegiatan siswa," kata Boy Yandra.

Ia mengatakan program ini mengajarkan siswa di sekolah bahwa sampah non-organik dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan, mengajarkan siswa disiplin menjaga kebersihan lingkungan, serta mengedukasi siswa memilah sampah dari sumbernya.

Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.