Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan pihak ketiga untuk memperluas pengelolaan sampah sehingga timbunan sampah yang mencapai 400 ton per hari dapat berkurang masuk ke TPAS Mekarsari.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah dan Limbah B3 DLH Cianjur Wandi Juliyaman, di Cianjur, Jumat, mengatakan TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon saat ini baru dapat mengelola atau mengolah sampah sekitar 25 ton per hari.
Sehingga besarnya sampah yang diolah melalui fasilitas lain perlu diperhitungkan untuk mengetahui tingkat pengelolaan sampah secara keseluruhan yang saat ini masih rendah dari timbunan yang mencapai 400 ton per hari.
"Kami berencana melibatkan pihak ketiga untuk mendukung pengolahan sampah yang belum tertangani secara optimal, di mana pelaksanaan pengelolaan akan dikerjasamakan dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kecamatan Karangtengah," katanya.
Pihak ketiga yang akan dilibatkan telah menyatakan kesiapan menyediakan infrastruktur pendukung, termasuk mesin pengolah sampah, di mana rencananya sampah akan dipilah berdasarkan jenisnya untuk kemudian diolah sesuai karakteristik material.
Sampah anorganik direncanakan diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF) yakni bahan bakar yang berasal dari pengolahan sampah, sedangkan sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos.
Pihaknya menargetkan kerja sama pengelolaan sampah dapat direalisasikan awal November, namun kepastian pelaksanaan dan kapasitas pengolahan masih perlu diperjelas agar masyarakat mengetahui program tersebut dapat membantu mengurangi sampah yang belum tertangani.
"Kami juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya atau dari rumah, di mana sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan agar proses pengolahan dapat berjalan sesuai peruntukannya," kata dia.
Hal tersebut guna mengurangi tumpukan sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon yang hingga saat ini per hari baru dapat mengolah sekitar 25 ton sampah, sedangkan program lainnya diharapkan dapat membantu sehingga usia TPAS dapat berjalan lama.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.