Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat pendapatan APBN di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya hingga periode Juni 2026 mencapai Rp1,02 triliun atau 36,6 persen dari target Rp2,8 triliun.
Plh Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat Wakhid Susilo di Manokwari, Rabu, mengatakan kinerja pendapatan negara mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 37,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yakni Rp743, miliar.
"Pada semester I tahun ini, pendapatan negara sudah mencapai Rp1,02 triliun atau tumbuh 37,2 persen secara tahunan. Ini mencerminkan adanya penguatan basis penerimaan negara," kata Wakhid.
Ia menjelaskan penerimaan pajak memberikan kontribusi 68,3 persen terhadap total pendapatan APBN pada semester I dengan realisasi mencapai Rp695,8 miliar, sedangkan 31,8 persen sisanya berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Pertumbuhan perpajakan maupun PNBP sepanjang periode tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat serta kepatuhan wajib pajak di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya terus mengalami peningkatan.
"Realisasi penerimaan pajak hingga Juni 2026 sudah 29,1 persen dari target Rp2,39 triliun. Kalau PNBP terealisasi 82,2 persen dari target Rp394,1 miliar," ujarnya.
Berdasarkan jenis, kata dia, komponen pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM) menyumbang 50,94 persen atau Rp359,97 miliar dari total realisasi penerimaan perpajakan sepanjang semester I 2026.
Disusul pajak penghasilan nonminyak dan gas bumi (PPh migas) 47,87 persen dengan nilai realisasi Rp338,24 miliar. Kemudian, pajak bumi dan bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp8,41 miliar.
"Sedangkan, komponen pajak lainnya terkontraksi dengan nilai negatif Rp12,67 miliar. Pertumbuhan pajak dipengaruhi peningkatan kepatuhan wajib pajak dengan adanya implementasi sistem Coretax," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, realisasi PNBP pada semester I tercatat sebanyak Rp323,8 miliar atau 82,2 persen dari target dengan pertumbuhan tahunan mencapai 55,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Komponen PNBP lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp271,3 miliar dan disusul PBNB dari badan layanan umum (BLU) sebesar Rp52,5 miliar seperti, sektor kepelabuhan serta navigasi, jasa kesehatan, serta jasa pendidikan.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.