Jakarta (ANTARA) - Petenis Novak Djokovic mengaku tidak puas langkahnya di Wimbledon 2026 hanya sampai babak semifinal, sebelum disingkirkan oleh petenis No.1 dunia Jannik Sinner.
Djokovic dipaksa mengakui keunggulan Sinner dalam straight set, mengulangi hasil serupa di babak yang sama Wimbledon tahun lalu.
"Bagus, tetapi belum cukup," kata Djokovic menilai capaiannya di Wimbledon, dikutip dari ATP.
Petenis Serbia itu mencapai satu final dan satu semifinal dari tiga turnamen Grand Slam yang sudah dijalaninya musim ini. Sedangkan musim lalu ia mencapai semifinal di seluruh turnamen Grand Slam.
"Saya rasa bagi 99 persen pemain, itu hasil yang sangat bagus. Bagi saya, itu bagus, tetapi belum cukup, karena saya terbiasa dengan hasil dan pencapaian di level tertinggi," ujar pemilik 24 gelar turnamen Grand Slam tersebut.
Ia mengaku masih berusaha menyeimbangkan ekspektasi pribadi dengan kenyataan bahwa dirinya tetap mampu bersaing di level tertinggi meski telah memasuki usia 39 tahun.
Menurut Djokovic, selama berada dalam kondisi fisik yang baik, ia masih yakin mampu tampil sebagai salah satu dari lima petenis terbaik dunia dan bersaing memperebutkan gelar Grand Slam.
Djokovic sebelumnya sempat mengalahkan Sinner pada semifinal Australian Open awal musim ini. Namun, kekalahan di Wimbledon membuatnya kalah enam kali dalam tujuh pertemuan terakhir melawan petenis Italia tersebut.
"Tentu saya kecewa. Saya ingin memenangi Wimbledon. Itulah alasan saya masih bekerja sangat keras. Namun, saya kalah dari pemain yang lebih baik. Saya harus menerimanya," katanya.
Ia menilai petenis berusia 24 tahun itu tampil sangat solid sepanjang pertandingan, terutama melalui servis yang semakin sulit dibaca serta konsistensi permainan dari area baseline.
"Saya tidak kecewa pada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan banyak kesalahan. Dia memang tampil satu atau dua level lebih baik daripada saya," ujar mantan petenis nomor satu dunia itu.
Djokovic terakhir kali mengangkat trofi Wimbledon pada 2022. Setelah itu, ia dua kali kalah di final dari Carlos Alcaraz pada edisi 2023 dan 2024, sebelum disingkirkan Sinner di semifinal pada 2025 dan 2026.
Meski demikian, Djokovic tetap menilai penampilannya di Wimbledon tahun ini membawa sisi positif.
Ia secara khusus menyoroti kemenangan atas Felix Auger-Aliassime pada perempat final melalui tie-break set kelima dalam pertandingan berdurasi lima jam 15 menit yang menjadi perempat final terlama dalam sejarah Wimbledon.
"Saya bangga dengan apa yang saya capai beberapa hari lalu. Saya membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya masih bisa bermain di level tertinggi. Saya mencapai empat besar Wimbledon," kata Djokovic.
Ia menambahkan bahwa semangat juang dan dedikasinya sepanjang turnamen tetap terjaga, meski mengakui kualitas permainannya secara keseluruhan belum sebaik saat tampil di Australian Open.
Dengan hasil tersebut, Djokovic masih harus menunggu kesempatan berikutnya untuk memburu gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya. Target itu akan kembali diupayakan pada US Open, turnamen yang terakhir kali ia menangi pada 2023.
Pewarta: Arindra Meodia
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.