Penemuan makam berusia 4.400 tahun di Saqqara mengungkap kehidupan dan status sosial pejabat Mesir Kuno pada masa Firaun.
Tim arkeologi gabungan Spanyol-Mesir menemukan sebuah mastaba atau makam kuno di kawasan nekropolis Saqqara, sebelah barat daya Kairo, Mesir. Makam tersebut diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Firaun Djedkare Isesi sekitar 4.400 tahun lalu dan menjadi temuan penting untuk mengungkap kehidupan masyarakat Mesir Kuno. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)
Makam tersebut memiliki dua ruang kapel pemakaman yang diperuntukkan bagi seorang pejabat senior bernama Yunmen dan ayahnya, Iti. Penggalian dilakukan oleh misi arkeologi Spanyol-Mesir yang dipimpin ahli Egiptologi Spanyol Josep Cervelló bersama Autonomous University of Barcelona (UAB) dan Dewan Tertinggi Purbakala Mesir. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)
Keistimewaan lain dari makam tersebut adalah kondisi dekorasinya yang masih sangat terawat. Dinding dan sejumlah bagian makam dihiasi relief serta teks pemakaman yang menggambarkan status dan jabatan pemiliknya. Relief itu menampilkan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pertanian dan prosesi persembahan hingga gambar keledai serta sejumlah hewan lainnya. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)
Sebagian besar relief juga masih mempertahankan warna aslinya. Kondisi tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mempelajari lebih mendalam seni, kehidupan sosial, dan praktik keagamaan masyarakat Mesir pada akhir Dinasti Kelima. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)
Keberadaan dua kapel dalam satu makam turut memberikan petunjuk mengenai perjalanan sosial keluarga tersebut. Yunmen diyakini merupakan putra pejabat berpangkat lebih rendah, tetapi kemudian berhasil memperoleh posisi lebih tinggi dalam pemerintahan pusat pada masa Djedkare Isesi. Makam itu diduga mencerminkan peningkatan status sosial Yunmen sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan keluarga pada masa tersebut. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)
Penemuan makam ini menjadi bagian dari upaya tim untuk merekonstruksi topografi dan tata ruang Saqqara, termasuk jalan, alun-alun, monumen pemakaman, serta jalur untuk membawa persembahan dan menjalankan ritual. Melalui pemetaan kawasan yang sebelumnya belum diteliti secara mendalam, tim menemukan makam tersebut dan mengindikasikan keberadaan dua mastaba lain di sekitarnya yang diharapkan dapat digali pada musim penelitian berikutnya. (Instagram/ministry_tourism_antiquities)