Selasa, 11 Agustus 2026, 00:40 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendadak ditagih seorang atlet renang mengenai bonus yang disebut belum juga cair. Atlet tersebut mengaku belum menerima haknya padahal telah menandatangani dokumen pencairan bonus senilai Rp30 juta di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat.
Dedi yang awalnya sedang memberikan kuliah interaktif kaget usai seorang atlet renang menghampirinya dan mempertanyakan kepastian bonus yang dijanjikan usai ia lolos mewakili Jawa Barat. Bukan sekadar mempertanyakan keterlambatan pencairan, atlet itu bahkan menyampaikan dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan bonus atlet.
Baca Juga: UGM Tak Ingin Lagi Berurusan Soal Polemik Ijazah Jokowi: Asli atau Palsu, Jangan Tanya ke Kampus
"Mau nanya itu pak, bonus, bonus atlet yang popnas sama popda kemarin, semuanya (belum cair), yang dikorup sama Bekasi," ungkap sang atlet, dikutip Selasa (10/8/2026).
Dedi Mulyadi terkejut dan kemudian mencoba memastikan bonus yang dimaksud serta bagaimana proses pencairannya.
"Yang mana? yang mana? saya kan enggak tau semua urusan," tanya Dedi.
Sang atlet kemudian menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan bonus yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Yang ini pak, dari bapak," jawabnya.
Dedi lantas memastikan apakah bonus tersebut memang sebelumnya telah dijanjikan kepada atlet. Pertanyaan itu dijawab sang atlet dengan menyebut dirinya telah menandatangani dokumen di Dispora Jabar.
"Emang dijanjiin bonus?" tanya Dedi.
"Iya pak. Kemarin tanda tangan di Dispora Jabar," imbuh atlet tersebut.
Dedi kemudian kembali memastikan apakah dirinya secara langsung pernah menjanjikan bonus tersebut.
"Kan saya enggak ngejanjiin bonus kan?" kata Dedi.
Namun, sang atlet menyebut nominal bonus yang dimaksud mencapai Rp30 juta dan mengklaim dokumen tersebut telah ditandatangani.
"Rp30 juta (bapak tanda tangan)," timpal sang atlet.
Mendengar penjelasan tersebut, Dedi kembali memastikan apakah persoalannya terletak pada uang yang belum dicairkan meski proses administrasi telah dilakukan.
"Oh kamu sudah tanda tangan, duitnya belum turun?" tanya Dedi.
"Udah," jawab atlet tersebut.
Respons Dedi kemudian berubah dari sekadar mempertanyakan persoalan menjadi memberikan instruksi untuk mengecek proses pencairan bonus tersebut. Ia meminta informasi mengenai waktu penandatanganan dokumen.
"Kapan tekennya?" tanya Dedi.
"Maret tahun sekarang," jawab sang atlet.
Dedi pun meminta jajarannya segera menelusuri persoalan tersebut. Ia bahkan menyampaikan janji bahwa apabila informasi yang disampaikan atlet tersebut benar, bonus itu akan segera dicairkan.
"Dicek, kalau memang itu, besok turun. Asep urusin ke Kadispora," kata Dedi.
Mendengar respons tersebut, sang atlet pun menyambutnya dengan penuh harapan.
Baca Juga: Di Balik Sayembara Rp100 Juta, Tercium Upaya Denny Indrayana 'Eksploitasi' Gibran dan Ijazah
"Iya, aamiin," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.