Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh optimis pemulihan seluas 40.852 hektare sawah rusak ringan dan sedang pascabencana hidrometeorologi diselesaikan hingga akhir tahun nanti.
"Kita optimis pemulihan 40.852 hektare sawah rusak ringan dan sedang akibat bencana dapat diselesaikan sepanjang 2026," kata Plt Kepala Distanbun Aceh Azanuddin Kurnia di Banda Aceh, Jumat.
Ia mengharapkan lahan persawahan masyarakat yang telah berhasil dipulihkan dapat kembali dimanfaatkan para petani untuk musim tanam Oktober 2026.
Azanuddin menjelaskan program pemulihan sawah Aceh dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap I mencakup 23.818 hektare sawah rusak ringan melalui optimalisasi lahan (oplah) dan 4.393 hektare rusak sedang melalui rehabilitasi, totalnya 28.211 hektare.
Kemudian pada tahap II, mencakup 3.253 hektare oplah dan 9.388 hektare rehabilitasi, dengan total 12.641 hektare. Saat ini, dokumen rancangan teknis (DRT) tahap kedua sedang dalam proses penyusunan.
Di antaranya, optimalisasi lahan 4.180 hektare, rehabilitasi telah mencapai 4.393 hektare pada 11 kabupaten/kota, sedangkan pengolahan lahannya sekitar 2.080 hektare.
Selain itu, lanjut Azanuddin, pembangunan infrastruktur pendukung juga menunjukkan perkembangan. Irigasi perpompaan telah mencapai 68 persen, perpipaan 88 persen, bangunan konservasi 55 persen, jaringan irigasi tersier 96 persen dan jalan usaha tani 54 persen.
"Secara keseluruhan, rata-rata serapan seluruh kegiatan mencapai 52,9 persen," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, dirinya meminta dinas pertanian kabupaten/kota terdampak untuk terus memacu pekerjaan sekaligus mendampingi kelompok tani penerima program. Serta pihak TNI yang melaksanakan pekerjaan lapangan diharapkan bisa menyelesaikan kegiatan sesuai jadwal.
“Koordinasi harus terus diperkuat, sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera dicarikan jalan keluarnya,” katanya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan hingga 25 Agustus, serapan anggaran pemulihan sawah di Aceh telah mencapai 52,9 persen atau sekitar Rp272,3 miliar dari total anggaran yang dialokasikan Rp515 miliar.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.