Disperdagin Majalengka gencarkan pasar murah demi inflasi terkendali - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Majalengka (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menggencarkan program operasi pasar murah di empat pasar milik pemerintah daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Kepala Bidang Pasar Disperdagin Kabupaten Majalengka Taufikurohman di Majalengka, Jumat, mengatakan program tersebut digelar rutin setiap Kamis melalui kerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon.

Menurut dia, pasar murah dilaksanakan secara serentak di Pasar Cigasong, Pasar Kadipaten, Pasar Talaga, dan Pasar Prapatan Sumberjaya agar masyarakat lebih mudah memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Kami melaksanakan pasar murah secara rutin setiap Kamis di empat pasar milik pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan Bulog menyediakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta minyak goreng rakyat Minyakita dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Pihaknya menyampaikan beras SPHP dijual seharga Rp58.000 per kemasan lima kilogram, sedangkan Minyakita dipasarkan Rp15.500 per liter dengan pembelian dibatasi maksimal dua liter per orang.

Taufikurohman menjelaskan kebijakan pembatasan pembelian dilakukan agar distribusi komoditas, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menghindari aksi pembelian dalam jumlah besar.

"Operasi pasar ini merupakan komitmen nyata Pemkab Majalengka bersama Bulog untuk hadir langsung di tengah masyarakat," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan pasar murah di empat pasar juga bertujuan menjaga kelancaran distribusi pangan, sekaligus menekan kenaikan harga komoditas di tingkat konsumen.

Menurut dia, pemerintah daerah berharap program pasar murah yang dilaksanakan secara rutin dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.

Selain itu, ia mengatakan program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kami menyasar empat pasar utama agar distribusinya merata dan langsung menyentuh konsumen akhir," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka Yanti Heryanti mengatakan Kabupaten Majalengka mengalami inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,40 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,29.

Menurut dia, inflasi dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 12,63 persen, diikuti transportasi 4,45 persen.

"Inflasi bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,30 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga Juni 2026 mencapai 1,80 persen," tuturnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.