"Mandalika trennya naik setiap tahun karena ada event yang berpengaruh. Jadi, untuk memenuhi target tidak susah, bahkan bisa melampaui target kontribusi terhadap tingkat nasional,"
Mataram (ANTARA) - Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Candra Aprinova mengatakan tren kunjungan wisata ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus meningkat setiap tahun seiring penyelenggaraan berbagai event sehingga optimistis mampu mendukung target kunjungan wisata nasional pada 2026.
Dalam Dialog NTB Pagi yang mengangkat tema "Outlook Pariwisata Indonesia Jawab Tantangan Destinasi Superprioritas" yang disiarkan RRI Mataram, Kamis (30/7), Candra mengatakan berbagai event yang digelar di Mandalika menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan.
"Mandalika trennya naik setiap tahun karena ada event yang berpengaruh. Jadi, untuk memenuhi target tidak susah, bahkan bisa melampaui target kontribusi terhadap tingkat nasional," katanya.
Ia mencontohkan penyelenggaraan Pocari Sweat Run di Mandalika yang diikuti sekitar 9.200 peserta turut memberikan dampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.
Candra mengatakan Mandalika tidak hanya mengandalkan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai daya tarik utama, tetapi juga memiliki potensi wisata alam, budaya, dan desa wisata yang terus dikembangkan.
Menurut dia, melalui program pengembangan desa wisata, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung ke kawasan pantai dan sirkuit, tetapi juga menikmati budaya lokal dan berbagai potensi desa di kawasan penyangga Mandalika sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) sekaligus Direktur MCSTO Unram, Dr. Akhmad Saufi, SE., M.Bus., Ph.D., mengatakan pengembangan sektor pariwisata juga perlu diimbangi dengan penguatan pasar wisatawan domestik.
"Ke depannya, fokus kita adalah wisatawan domestik karena belajar dari pengalaman, wisatawan asing sangat sensitif terhadap isu global seperti saat pandemi COVID-19. Jadi, kita perlu mengelola pergerakan wisatawan dalam negeri agar manfaat ekonominya saling menguntungkan dan tidak bergantung pada wisatawan asing," katanya.
Menurut Saufi, pembangunan pariwisata juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta melibatkan masyarakat agar manfaat sektor tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan lima Destinasi Pariwisata Superprioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Pada 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16–17 juta kunjungan dengan target devisa 22–24,7 miliar dolar AS.
Dialog Pagi RRI Mataram: "Outlook Pariwisata Indonesia Jawab Tantangan Destinasi Superprioritas".kamis (30/07/2026).
Baca juga: NTB perkuat promosi digital dan konektivitas MotoGP Mandalika
Baca juga: Jaringan irigasi Mandalika-NTB diperbaiki jelang MotoGP 2026
Baca juga: Pemprov NTB revitalisasi Pasar Kuta Mandalika menjadi lebih nyaman
Pewarta : Raudhatul Solehah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026