Disnakertrans ESDM Gorontalo pastikan penyerapan kerja setara gender - ANTARA News Gorontalo

calendar_today 02.09.2026 - person  - timer ~

Gorontalo (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo memastikan kesempatan memperoleh pelatihan dan penempatan tenaga kerja terbuka secara setara bagi gender laki-laki maupun perempuan.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Edwin Hulopi, Rabu, mengatakan pihaknya tidak membatasi kesempatan mengikuti pelatihan berdasarkan gender.

"Intinya kita tidak membatasi mengenai gender ini. Kita tidak ada ketimpangan gender terkait dengan kesempatan mereka untuk mendapatkan keterampilan," kata Edwin saat diwawancarai di Gorontalo, Rabu.

Ia menjelaskan, sebelum masuk ke tahap penempatan kerja, calon tenaga kerja terlebih dahulu dapat mengikuti pelatihan keterampilan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK).

Menurut dia, proses penerimaan peserta pelatihan juga tidak memilah calon peserta berdasarkan laki-laki atau perempuan. Peserta bebas memilih jenis pelatihan sesuai minat dan kemudian mengikuti proses seleksi.

Edwin mencontohkan pelatihan garment dan menjahit yang umumnya lebih banyak diminati perempuan. Sementara pelatihan otomotif cenderung lebih banyak diminati laki-laki.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti jenis pelatihan tertentu hanya diperuntukkan bagi salah satu gender. Ia menyebut terdapat pula laki-laki yang mengikuti pelatihan menjahit serta perempuan yang mengikuti pelatihan kelistrikan.

"Di listrik kemarin, pada umumnya laki-laki yang biasa membuat instalasi, tetapi ada juga perempuan yang mendaftar. Jadi intinya kita tidak membatasi," ujarnya.

Ia mengatakan penentuan peserta yang berhak mengikuti pelatihan maupun program magang dilakukan berdasarkan hasil tes dan kelulusan, bukan berdasarkan jenis kelamin.

"Pada saat dia lulus tes, berarti dia punya hak untuk mengikuti pelatihan ataupun magang di tempat kami," katanya.

Edwin menyebut keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam pelatihan kerja di Gorontalo relatif berimbang. Kondisi serupa juga terlihat pada program magang yang menurutnya memiliki komposisi peserta sekitar 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Bahkan, kata dia, dalam sejumlah kegiatan pelatihan, peserta perempuan yang dinyatakan lulus dapat lebih banyak dibandingkan peserta laki-laki.

Terkait data penyerapan tenaga kerja berdasarkan jenis kelamin, Edwin mengatakan pihaknya menggunakan sejumlah sumber data, antara lain data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP).

Ia menegaskan bahwa keterbukaan kesempatan kerja maupun peningkatan keterampilan ditujukan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan laki-laki dan perempuan.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.