Disnaker Lampung sebut pelatihan vokasi terapkan skema Mobile Training Unit

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Disnaker Lampung sebut pelatihan vokasi terapkan skema Mobile Training Unit

Sabtu, 11 Juli 2026 19:48 WIB

Image Print

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini berada di bawah empat persen yakni sebesar 3,95 persen

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung menyatakan bahwa pelaksanaan pelatihan vokasi 2026 menerapkan skema "mobile training unit" (MTU) dengan fokus pada pelaksanaan kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian untuk mendukung pelaksanaan program swasembada pangan.

"Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini berada di bawah empat persen yakni sebesar 3,95 persen, oleh karena itu akan dilakukan program vokasi," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung mengadakan kegiatan pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa, untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih efisien, mendorong kemandirian ekonomi lokal, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Provinsi Lampung.

"Dalam pelaksanaannya program pelatihan vokasi di tahun 2026 dilaksanakan melalui skema MTU, dengan fokus pada kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian untuk mendukung peningkatan produksi pertanian," katanya.

Dia menjelaskan pada tahun 2026 pelatihan vokasi dilaksanakan di 33 desa yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dengan total peserta mencapai 528 orang peserta.

"Skema yang diarahkan pemerintah dalam pelaksanaan program ini adalah instruktur yang datang ke desa-desa atau skema MTU. Hal ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jarak dan segala bentuk akses pelayanan selama pelaksanaan pelatihan vokasi," ucap dia.

Ia mengatakan metode pembelajaran yang diterapkan berbasis kompetensi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, agar peserta tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap pakai.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir sumber daya manusia (SDM) desa yang unggul, produktif dan berdaya saing, sehingga mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan "Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,".

"Sebelumnya, pada tahun 2025 sebanyak 928 orang telah mengikuti pelatihan serupa di berbagai desa," ucap dia.

Diketahui dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaksanaan pelatihan vokasi di 2026 ini dilaksanakan dengan jumlah peserta sebanyak 528 peserta di 33 desa di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung dengan anggaran sebesar Rp6 miliar.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.