Samarinda (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur menginstruksikan seluruh perangkat daerah di wilayah setempat untuk segera mengamankan sistem elektronik menyusul temuan dua celah keamanan kritis bernama "PHP2Shell" pada bahasa pemrograman PHP.
Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Minggu, mengatakan langkah taktis ini diambil untuk melindungi seluruh server instansi pemerintahan dari ancaman kerentanan tingkat kritis dengan kode registrasi CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
"Kami telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.12.10/614/Diskominfo-III/2026 pada 23 Oktober 2026 sebagai panduan mitigasi bagi seluruh pengelola teknologi informasi perangkat daerah," ujar Ririn.
Ririn menjelaskan tingkat kedaruratan celah ini berada pada kategori sangat tinggi dengan skor Common Vulnerability Scoring System (CVSS) mencapai 9.2. Kerentanan tersebut memungkinkan peretas tanpa autentikasi menyisipkan dan mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh (Remote Code Execution/RCE), lalu mengambil alih kendali server secara penuh.
Melalui surat edaran resmi, Pemprov Kaltim mewajibkan seluruh perangkat daerah yang mengelola situs web atau sistem elektronik untuk melakukan inventarisasi menyeluruh. Mereka diperintahkan segera memperbarui versi PHP ke standar aman minimal, yaitu versi 8.2.35, 8.3.36, 8.4.27, atau 8.5.12.
Bagi sistem lama yang telah memasuki masa usang (End of Life/EOL), seperti PHP versi 8.1 ke bawah, instansi terkait diwajibkan melakukan migrasi penuh ke versi terbaru yang didukung.
"Mitigasi teknis sementara harus diterapkan, dan laporan hasil penanganan wajib diserahkan paling lambat tujuh hari kerja," jelasnya.
Selain keharusan memperbarui perangkat lunak dan memulai ulang (restart) seluruh layanan PHP, pengelola sistem diwajibkan berkoordinasi dengan pihak ketiga atau penyedia layanan hosting untuk memastikan penerapan prosedur pengamanan serupa.
Jika ditemukan indikasi gangguan keamanan atau aktivitas mencurigakan, pengelola diminta segera memantau catatan log server, mengamankan bukti digital, mengisolasi jaringan dari sistem utama, serta melaporkannya ke tim tanggap insiden siber Diskominfo Kaltim.
"Keamanan siber dan kelancaran layanan publik berbasis elektronik adalah prioritas utama kita bersama," tegas Ririn.
Sebagai informasi, PHP adalah bahasa pemrograman utama yang berfungsi sebagai motor penggerak komputasi di sisi server (server-side scripting) untuk menghasilkan situs web dinamis.
Bahasa pemrograman ini menjadi fondasi dasar dari 70 hingga 75 persen seluruh situs web di internet, mulai dari platform WordPress, Joomla, Drupal, hingga framework seperti Laravel dan CodeIgniter.
Celah keamanan PHP2Shell yang berdampak luas ini pertama kali diumumkan oleh tim pengembang PHP pada 21 Oktober 2026. Temuan tersebut merupakan hasil riset gabungan dari Wiz Research, OpenAI, dan Calif.
Para peneliti mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (Frontier AI) memegang peran krusial dalam mempercepat penemuan ini. Kerentanan tersebut sebenarnya sudah mengendap selama puluhan tahun di dalam kode inti PHP sejak versi 5.4, namun kompleksitasnya membuat rantai eksploitasi ini sangat sulit dibuktikan oleh manusia tanpa bantuan model kecerdasan buatan.
Berdasarkan penjelasan teknis, celah keamanan ini menyerang manajemen memori inti runtime PHP. CVE-2026-109618 dipicu oleh kesalahan penanganan kegagalan alokasi memori (out-of-memory/OOM) pada Apache mod_php.
Sementara CVE-2026-109619 dipicu oleh kerentanan stale global state (use-after-free) pada worker PHP.
Penutupan celah ini kian mendesak setelah berbagai lembaga keamanan siber global, termasuk Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA), mengeluarkan peringatan darurat nasional yang meminta organisasi di seluruh dunia melakukan penambalan (patching) segera akibat maraknya aktivitas pemindaian massal di internet.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.