Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 1.420 personel untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi melalui Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) yang dimulai Senin (12/10).
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan program tersebut memperkuat pengendalian lalu lintas melalui pemantauan langsung dan koordinasi di titik-titik prioritas kepadatan di lima wilayah kota administrasi.
“Kami ingin memastikan para pejabat turut melihat langsung kondisi lalu lintas, mengidentifikasi hambatan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Tujuannya mendukung perjalanan masyarakat yang lebih lancar, aman, dan nyaman,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, Gebrak Pagi dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 06.30-08.00 WIB dengan melibatkan pejabat struktural, staf, serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Personel yang bertugas mencakup kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, serta staf yang ditempatkan di sejumlah titik prioritas untuk memantau kondisi lalu lintas dan membantu penanganan kepadatan.
Budi mengatakan penjadwalan dan pembagian tugas telah diatur agar pelaksanaan Gebrak Pagi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun agenda kedinasan lainnya.
Dishub DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat mematuhi aturan lalu lintas, tidak berhenti atau parkir sembarangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna mendukung kelancaran perjalanan selama jam sibuk pagi.
"Melalui Gebrak Pagi, Dishub menegaskan komitmennya untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam mendukung mobilitas Jakarta," katanya.
Baca juga: Macet parah di Cakung-Cilincing akibat aktivitas bongkar muat di depo
Baca juga: DKI siapkan pembangunan flyover di sejumlah titik untuk urai kemacetan
Baca juga: JPS dukung Dishub DKI tertibkan parkir liar kurangi kemacetan
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.