Disdikpora Cianjur mencatat ATS 2026 Cianjur menurun jadi 41 ribu - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 16.10.2026 - person  - timer ~

Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sepanjang tahun 2026 menjadi 41 ribu menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 51 ribu.

Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Jumat, mengatakan berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk menangani puluhan ribu ATS dengan memprioritaskan kategori Drop Out (DO) dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).

Disdikpora kata dia, juga berkoordinasi dengan camat se Kabupaten Cianjur terkait keberadaan operator di masing-masing desa untuk dapat mengidentifikasi permasalahan data ATS guna melakukan pencarian karena seluruhnya sudah berdasarkan nama dan alamat.

“Kami punya program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), melakukan Kolaborasi Mengajak Masyarakat untuk Sekolah (KAMUS), dimana dalam satu tahun ini sudah ada penurunan ATS dari 52 ribu menjadi 41 ribu,” katanya.

Dia mengatakan penurunan ATS dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari anak yang terdata DO saat ini sudah kembali masuk sekolah, penanganan data ganda sehingga pembersihan data anomali seperti warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pusdatin untuk memvalidasi secara nasional hasil telaah yang telah diverifikasi ulang di tingkat daerah atau di tingkat kecamatan, sehingga tidak ada perbedaan data yang signifikan.

Kesepakatan bersama antara Pemprov Jabar dan kabupaten/kota menjadi motivasi untuk menuntaskan 41 ribu ATS di Kabupaten Cianjur termasuk menginstruksikan jajaran di bawah Disdikpora Cianjur.

"Kami juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Cianjur terkait data yang terdapat dalam Education Management Information System atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.