Jumat, 2 Oktober 2026 09:45 WIB
Direktur Edukasi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Natashya Marcellina Ardiany (ketiga kiri) bersama para Clean Sport Ambassador seusai menerima sertifikat penghargaan dari Olympic Council of Asia (OCA) atas kontribusi mereka dalam program “Guarding the Asian Games” pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Kamis (1/10/2026). ANTARA/HO-OCA
Jakarta (ANTARA) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) memberikan sertifikat penghargaan kepada Direktur Edukasi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Natashya Marcellina Ardiany atas kontribusinya sebagai Clean Sport Ambassador pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dilansir laman resmi OCA, Jumat, Natashya menjadi satu dari enam duta clean sport yang dilibatkan OCA dalam program "Guarding the Asian Games" untuk memberikan edukasi antidoping kepada para atlet selama pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Selain Natashya, lima duta lainnya yakni Aziz Khaled Saeed Ahmed dari Yaman, Kim Na Ra dari Korea Selatan, Adil Amanbayev dari Kazakhstan, Manami Uebayashi dari Jepang, serta Karen Mak dari Hong Kong.
Keenam duta itu berinteraksi langsung dengan atlet dari berbagai delegasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai tanggung jawab antidoping, Therapeutic Use Exemptions (TUE), serta penggunaan obat-obatan selama kompetisi.
Kemampuan bahasa dan latar belakang yang beragam dari para duta tersebut membantu OCA menjangkau atlet dari berbagai negara dalam menyampaikan edukasi mengenai olahraga bersih.
Para duta juga menghimpun masukan dari atlet untuk menjadi bahan OCA dalam mengembangkan program edukasi antidoping pada penyelenggaraan multiajang berikutnya.
OCA kemudian memberikan sertifikat penghargaan kepada keenam duta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Bagi Natashya, keterlibatan dalam program tersebut melanjutkan kiprahnya di bidang edukasi antidoping internasional. Sebelumnya pada 2023, ia pernah menjadi salah satu pembicara dalam WADA Asia-Oceania Anti-Doping Education Symposium yang diselenggarakan di Singapura.
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026