Jakarta -
Cathay Pacific memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga awal 2027. Keputusan itu diambil karena konflik di Timur Tengah masih berlangsung.
Dari pernyataan resmi maskapai, Senin, (28/9/2026) Cathay Pacific membatalkan penerbangan ke kedua kota tersebut hingga 31 Januari 2027. Sebagai kompensasinya, manajemen maskapai menyediakan pilihan kepada penumpang untuk reschedule atau refund.
"Mengingat perkembangan terkini di Timur Tengah, penerbangan penumpang Cathay Pacific ke Dubai dan Riyadh telah dibatalkan hingga 31 Januari 2027. Penumpang yang terdampak akan diberikan pilihan untuk memesan ulang, mengubah rute, atau refund," tulis keterangan resmi mereka, dilihat detikTravel, Sabtu (3/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Cathay Pacific pertama kali menghentikan penerbangan ke Dubai dan Riyadh pada Maret 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak itu, konflik di kawasan tersebut terus berlanjut. Iran melakukan serangkaian serangan balasan di sejumlah wilayah Timur Tengah, sementara sejumlah maskapai juga menghentikan penerbangan dan mengalihkan rute untuk menghindari wilayah udara yang terdampak.
Melansir Hong Kong Free Press, Cathay Pacific sebenarnya sempat berencana mengaktifkan kembali penerbangan harian ke Dubai dan empat penerbangan per pekan ke Riyadh mulai September. Namun, rencana tersebut kembali dibatalkan pada pertengahan Juli.
Maskapai menyebut keputusan itu diambil dari situasi terkini di kawasan Timur Tengah. Sayangnya, hingga kini situasi keamanan di Timur Tengah masih belum stabil.
Ketegangan tersebut ikut berdampak pada harga minyak. Harga minyak dunia melonjak pada bulan lalu di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengatakan pekan lalu bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk kembali menyerang Iran. Pernyataan itu disampaikan setelah kelompok Houthi melancarkan serangan ke Riyadh.
(upd/fem)