Jumat, 11 September 2026 14:44 WIB
Arsip foto - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (kanan) meninjau salah satu stan peserta Banyumas Job Fair Hybrid 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperluas peluang kerja bagi pencari kerja melalui pelatihan keterampilan, bursa kerja, pemagangan ke luar negeri, dan fasilitasi penempatan pekerja migran Indonesia.
Kepala Dinnakerin Kabupaten Banyumas Wahyu Dewanto di Purwokerto, Banyumas, Jumat, mengatakan pelatihan secara berkelanjutan dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), antara lain kejuruan menjahit, servis telepon seluler, tata rias, dan servis kendaraan bermotor.
Menurut dia, pelatihan tersebut didukung anggaran yang bersumber dari APBD, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dan APBN.
"Secara umum, rata-rata sekitar 80 persen peserta pelatihan terserap di dunia kerja," katanya.
Menurut dia, pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemampuan nonteknis atau sikap kerja.
Setelah memiliki kompetensi, peserta pelatihan diarahkan untuk bekerja pada pemberi kerja atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia mengatakan upaya tersebut penting karena angkatan kerja di Banyumas mencapai kisaran 900 ribu orang, sedangkan sekitar 60 ribu orang masih menganggur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebagai upaya untuk mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, pihaknya menyediakan informasi lowongan melalui media sosial dan Sistem Informasi Manajemen Ketenagakerjaan (Simak Kerja) Banyumas.
Selain itu, pihaknya rutin menggelar bursa kerja. Dalam sejumlah kegiatan yang digelar pada 2025 dan 2026, sekitar 2.500 pencari kerja dilaporkan telah diterima bekerja.
"Kami terus melakukan berbagai upaya agar persoalan pengangguran di Banyumas dapat segera ditangani," katanya.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekitar 90 sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memfasilitasi lulusan dan alumni memperoleh kesempatan kerja.
Di sisi lain, pihaknya memfasilitasi pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan International Manpower Development Organization of Japan (IM Japan).
“Program magang sekitar tiga tahun itu berpotensi memberikan penghasilan hingga Rp15 juta-Rp20 juta per bulan,” katanya.
Pihaknya juga mendorong penempatan pekerja migran Indonesia melalui sekitar 12 perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
Ia mengatakan calon pekerja migran diarahkan mengikuti prosedur resmi, mulai pengurusan dokumen hingga pelatihan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK).
“Kami juga membina sekitar 70 LPK di Banyumas terkait perizinan dan legalitas kejuruan,” katanya.
Selain itu, pihaknya menjajaki pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pembiayaan peserta pemagangan dan calon pekerja migran, salah satunya dengan PT BPR BKK Jateng (Perseroda)
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.