Jumat, 16 Oktober 2026 23:06 WIB
Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Kepri, Rustam mengecek fasilitas kesehatan di Puskesmas Batu 10, Jumat (16/10/2026). ANTARA/HO-Dinkes Tanjungpinang
Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memastikan kesiapan puskesmas untuk menangani lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap.
Kepala Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang Rustam mengatakan kasus ISPA meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan jumlah kasus harian mencapai 180 pada 15 Oktober 2026, naik dari 138 kasus pada 12 Oktober 2026.
"Peningkatan kasus ISPA ini jadi perhatian kami di tengah kondisi kabut asap yang belakangan terus meningkat," kata Rustam saat mengecek fasilitas kesehatan di Puskesmas Batu 10, Jumat.
Di Puskesmas Batu 10, Rustam memeriksa ketersediaan logistik dan obat-obatan, lalu kesiapan peralatan medis, serta ambulans untuk kebutuhan rujukan pasien.
Perlengkapan yang diperiksa antara lain oksigen, nebulizer, obat-obatan untuk menangani ISPA, batuk, pilek, dan asma, serta alat elektrokardiogram (EKG).
Rustam juga mengingatkan kepala puskesmas terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan melaporkan setiap perkembangan di lapangan.
"Jika ditemukan pasien dengan kondisi lebih berat dan tidak mampu ditangani di puskesmas, petugas harus merespons dengan cepat dan sigap serta segera merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batu 10, Muhammad Al-Ghifari mengatakan obat-obatan dan peralatan medis tersedia untuk menangani pasien terdampak kabut asap. Ambulans juga disiapkan untuk kebutuhan rujukan.
"Semua logistik tersedia secara memadai di puskesmas. Jika ada pasien yang terdampak, kami siap memberikan penanganan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin menyampaikan pihaknya telah membagikan masker gratis kepada masyarakat, sekolah, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, dan pramuka guna diteruskan kepada masyarakat.
Upaya ini bertujuan mengantisipasi risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan kabut asap.
"Ini merupakan upaya antisipasi bersama terhadap risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap," kata Yamin.
Ia pun mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, mengingat potensi kabut asap yang terbawa angin dari Pulau Kalimantan dan Sumatera masih memengaruhi Tanjungpinang.
Bahkan saat ini kualitas udara Tanjungpinang masuk kategori tidak sehat, dan berdampak pula terhadap aktivitas siswa belajar dari rumah (BDR).
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.