Dinkes Depok Evaluasi Puskesmas Usai Ibu Kehilangan Bayi dan Rahim

calendar_today 02.10.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Depok mengakui seorang ibu mengalami trauma setelah kehilangan bayi dan rahim saat proses persalinan di UPTD Puskesmas Tapos hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Hal itu disampaikan Devi seusai mendampingi kunjungan Komisi D DPRD Kota Depok ke UPTD Puskesmas Tapos.

"Insya Allah kita akan berkolaborasi dengan Dinas terkait untuk pendampingan psikologis," ujar Devi, Jumat (2/10/2026).

Dinkes Depok akan memberikan pendampingan agar pasien tetap dapat melakukan kontrol kesehatan di fasilitas kesehatan lain. Menurut Devi, pasien masih mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.

"Kita juga tawarkan untuk rumah sakit yang bukan tempat beliau bersalin karena masih trauma juga dan kita akan dampingi, bahkan mungkin kita bisa alihkan dan kembalikan kontrolnya," jelas Devi.

Devi mengatakan Dinkes Depok masih menunggu hasil audit terkait peristiwa yang menyebabkan pasien kehilangan bayi dan rahim. Pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat kesalahan prosedur dalam penanganan persalinan tersebut.

"Kita belum tahu hasil auditnya seperti apa, untuk pra-rujukan tindakan mana yang salah atau ada yang kesalahan, atau ada yang miss, atau yang harusnya tidak dilakukan malah dilakukan, atau sebaliknya, nah itu kami belum bisa memutuskan," terang Devi.

Dinkes Depok juga akan mengevaluasi seluruh puskesmas yang menyediakan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kota Depok. Evaluasi dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penanganan persalinan.

"Kita akan melakukan evaluasi SOP, kemudian kinerja mereka, dan SDM mereka, sejauh mana kompetensi mereka itu kami akan evaluasi ulang," ucap Devi.

Selain itu, Dinkes telah memberikan penjelasan kepada Komisi D DPRD Kota Depok terkait rangkaian peristiwa di puskesmas hingga proses rujukan ke rumah sakit. Dinkes juga telah mengajukan permohonan audit dengan melibatkan dokter dari RSPAD Gatot Subroto.

"Nah itu kami sudah melapor dan sudah mengajukan permohonan untuk dilakukan audit, karena memang dokternya dua. Jadi ini lagi mencari waktu ya dokter anak dan SpOG, mencari waktu agar dua-duanya bisa bersamaan," ungkap Devi.

Dinkes Depok akan memberikan informasi lanjutan setelah audit terhadap puskesmas dan rumah sakit selesai dilakukan. Hasil audit nantinya akan disampaikan kembali kepada Dinkes.

"Intinya selama ini hasil audit maternal perinatal itu kami sampaikan feedback kembali ke rumah sakit. Mereka menyerahkan kepada yang meminta, dalam hal ini Dinkes. Kemudian kami serahkan hasil dan rekomendasi dari hasil audit itu yang ditandatangani saya, ke rumah sakit yang bersangkutan," tutur Devi.