Nabire (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Nabire membina petani ubi jalar agar mampu mendukung kebutuhan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire Sumardi di Nabire, Papua Tengah, Jumat, mengatakan ubi jalar dipilih sebagai komoditas unggulan daerah karena memiliki nilai gizi tinggi, mudah dibudidayakan, serta memiliki peluang pasar yang besar melalui program MBG.
“Kita melakukan pemberdayaan petani ubi jalar melalui program Komoditas Ubi Jalar Nabire Unggul dan Berkelanjutan (Kasuari Utan),” katanya.
Ia mengatakan sudah ada enam kelompok tani ubi jalar di dua lokus yakni Nabire Barat dan Nabire Kota yang telah diberi pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan budi daya ubi jalar secara berkelanjutan.
Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar hasil panen petani binaan dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dalam program MBG.
“Dengan kerja sama tersebut, petani binaan dapat menyediakan kebutuhan SPPG dalam memenuhi kebutuhan pangan program MBG," ujarnya.
Ia menjelaskan pembinaan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi akan dilanjutkan melalui pengembangan sentra-sentra budi daya serta pemberdayaan petani orang asli Papua yang difokuskan pada komoditas ubi jalar.
"Lokus-lokusnya nanti akan terus dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah, sehingga penanaman ubi jalar dapat berlangsung secara berkelanjutan," katanya.
Sumardi mengatakan ubi jalar dipilih karena salah satu komoditas pangan lokal dengan kandungan gizi tinggi dan dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi dalam menu MBG.
Selain itu, kata dia, budi daya ubi jalar relatif ramah lingkungan karena tidak membutuhkan penggunaan pupuk kimia dalam proses penanamannya.
"Ubi jalar adalah ubi yang paling bergizi di antara semua jenis ubi-ubian. Penanamannya juga tidak membutuhkan pupuk kimia sehingga sangat baik untuk mendukung penyediaan pangan bergizi," ujarnya.
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Program Kasuari Utan karena dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Dia menjelaskan ubi jalar bukan hanya memiliki nilai budaya bagi masyarakat Papua, tetapi juga berpotensi menjadi komoditas strategis dalam mendukung program ketahanan pangan daerah dan program MBG.
"Ubi jalar bukan sekadar komoditas pangan biasa bagi masyarakat Papua, tetapi memiliki nilai budaya, nilai konsumsi karbohidrat sehat, dan nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya.
Ia berharap, inovasi tersebut mampu memperkuat pemberdayaan petani lokal sekaligus memastikan kebutuhan bahan pangan program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.