Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan warga agar tidak menyepelekan sekecil apa pun luka gigitan maupun cakaran hewan penular rabies.
"Setiap gigitan atau cakaran hewan penular rabies wajib segera mendapatkan penanganan medis pertama secara cepat dan tepat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Jumat.
Andi menjelaskan bahwa penyakit rabies merupakan infeksi virus berbahaya yang menyerang sistem saraf manusia dan berpotensi fatal jika terlambat ditangani.
Penularan penyakit rabies pada manusia mayoritas disebabkan oleh gigitan hewan seperti anjing, kucing, serta kera yang telah terinfeksi virus rabies.
"Langkah pertama yang paling krusial saat terkena gigitan hewan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit," ujar Andi.
Masyarakat juga diimbau tegas untuk tidak mengoleskan bahan-bahan tradisional atau ramuan tertentu yang tidak teruji secara medis pada bekas luka gigitan.
"Usai pembersihan awal warga harus segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan evaluasi medis serta suntikan vaksin anti-rabies," tutur Andi.
Pemberian suntikan vaksin anti-rabies maupun serum anti-rabies disesuaikan dengan kriteria tingkat keparahan risiko luka gigitan yang dialami pasien.
Pemprov Kaltim telah menyiagakan ketersediaan stok vaksin rabies serta mengoptimalkan peran Rabies Center di puskesmas dan rumah sakit daerah.
"Pemilik hewan peliharaan juga memiliki kewajiban moral untuk rutin memberikan vaksinasi anti-rabies secara berkala kepada hewan peliharaannya," kata Andi.
Masyarakat dianjurkan tidak melepasliarkan hewan peliharaan secara bebas serta menghindari kontak langsung dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku tidak biasa.
Pemerintah provinsi terus memperkuat sinergi intersektoral melalui pendekatan One Health guna mengendalikan potensi rabies, melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Kesehatan Kaltim.
"Kesadaran bersama dan respons cepat masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama menjadi kunci utama mewujudkan Kaltim bebas dari ancaman rabies," kata Andi.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.