Dihadiri 200 pakar lintas negara UMSU tuan rumah konferensi Next-D 2026 - ANTARA News Sumatera Utara

calendar_today 12.09.2026 - person  - timer ~

Medan (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Next-D 2026 dengan tema "Transforming The Digital Landscape With Emerging Technologies".

Even kerjasama UMSU dengan Kecemerlangan Pendidikan Faizuddin (FCoEE) Dihadiri 200 pakar dan pelaku  industry dari  berbagai negara  Asia termasuk, Korea Selatan, India dan Arab Saudi, Malaysia, Thailand dan Brunai Darussalam. Kegiatan  dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu-Minggu (12-13/9) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Even ini juga didukung Universitas Deztron, Indonesia; Fahad University, Arab Saudi; Universitas Ubudiyah Indonesia; National Institute of Technology Silchar, India; Kasetsart University, Thailand dan Sultan Sharif Ali Islamic University, Brunei.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd yang mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini. Menurutnya, suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi UMSU. Kehadiran para pakar dari berbagai negara diharapkan dapat memperluas wawasan dan melahirkan hubungan kelembagaan yang berdampak nyata.

“Kami berharap kehadiran para pakar dapat membawa pengalaman, hubungan yang bermakna, serta pengetahuan yang berkesan, khususnya dalam menyongsong masa depan digital yang lebih baik,” ujar Rektor.

Dia berharap Konferensi Next-D 2026 tidak berhenti sebagai forum akademik, tetapi mampu menghasilkan kerja sama dan dampak berkelanjutan bagi perguruan tinggi maupun masyarakat.

“Konferensi ini diharapkan menjadi wadah bagi kita untuk belajar, bertukar ide, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi institusi dan masyarakat,” katanya.

Pada pembukaan konfrensi terdapat enam keynote speakers dan dua dari dunia industry, salah satunya Wakil Rektor Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi Dr. Rudianto, M.Si sebagai keynote speaker pertama. Dia mempresentasikan tentang “Digital Transformation in Higher Education, Adaptive Leadership in the AI Era”.

Menurutnya, penggunaan teknologi tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dia menjelaskan bahwa perguruan tinggi selama ini dikenal sebagai tempat untuk memperoleh pengetahuan, kompetensi, keterampilan, dan gelar akademik. Namun, perkembangan AI serta berbagai platform pembelajaran digital membuat pengetahuan tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya dapat diperoleh melalui lembaga pendidikan formal.

Masyarakat kini dapat mempelajari berbagai keterampilan melalui platform teknologi, termasuk dengan memanfaatkan AI. Kondisi tersebut menuntut universitas untuk mendefinisikan kembali peran, nilai, dan keunggulannya.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi bukan sekadar menggunakan atau tidak menggunakan AI, melainkan bagaimana institusi mampu menyesuaikan budaya, regulasi, kurikulum, tata kelola, dan sistem akademiknya dengan perubahan tersebut.

“Jika semua mahasiswa telah menggunakan AI, apakah kita masih akan merancang tugas dan ujian dengan cara yang sama seperti sebelumnya? Ini merupakan budaya baru yang harus kita respons secara adil dan tepat,” katanya.

Selain WR RIPI keynote speakers lainnya yaitu Prof. Madya Dr. Rabiah Abdul Kadir Felo Penyelidik Kanan Institut Visual Informatik (IVI) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan topik "AI's Real World Impact: Research Stories That Shaped My View of AI's Future", Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd. Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) dengan tema "Design and Development of Rumor TIKA-AI Application Using VR Headsets To Improve Mathematics Literacy and Learning Behavior", Prof. Madya Ts. Dr. Hasyiya Karimah binti Adli Pengarah Pusat Pendidikan Luar Universiti Malaysia Kelantan (UMK membahas "Machine Learning - Driven Data Optimization For Accelerated Discovery in Perovskite Photovoltaics", Dr. Bibi Noriani binti Mohd YusufPensyarah Kanan Fakulti Perniagaan dan Komunikasi Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dengan topik "Reimagining Zakat For The Digital Age: The FCoEE AI-Driven Human Capital Empowerment And Development (AHEAD) Framework for Perlis Asnaf", Prof. Dr. Md. Aminul Islam dengan topik: "Artificial Intelligence and Workforce Transformation in The Energy Industry: Navigating The Future Of Job".

Sementara itu industry talk diisi oleh James Lim Chee Keon Deputy Director Data and AI Division, Strateq Group of Companie dengan tema "Industry Sovereign AI Uptake: How the move to owned, on-campus AI Reshaping What universities must protect, tech, and build" dan Mr. Hwansoo Jung Founder, CTO, & Vice Chairman of Daedeok R&D (Innopolis Institute Enterprise Association) dengan topik "From Measurement to Field Intelligence NIR • Multimodal Sensing • TinyML • Embedded Al for Sustainable Agri-Food Systems An End-to-End Education Platform for Climate-Smart Agricultural, Environmental, Computer Science, Electronics Engineers"

Konferensi Internasional Next-D 2026 berlanjut secara pararel dan akan ditutup oleh Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail pada Minggu 13 September di Auditorium UMSU.

Turut hadir Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP dan jajaran, Pengerusi Eksekutif FCoEE, Profesor Emeritus Datuk Dr Kamaruddin Hussin, Pimpinan Fakultas di UMSU dan para peserta konfrens.

Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.