Di Harvard, JK tekankan penguasaan IPTEK atasi dampak dinamika global

calendar_today 23.10.2026 - person  - timer ~

Di Harvard, JK tekankan penguasaan IPTEK atasi dampak dinamika global

Jumat, 23 Oktober 2026 11:57 WIB

Image Print

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum tentang kepemimpinan di Universitas Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026). (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menekankan pentingnya daya inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan dalam menghadapi dinamika global yang berdampak ke banyak negara, tak terkecuali Indonesia.

Dalam kuliah umum tentang kepemimpinan yang disampaikannya di Universitas Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10), JK menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor yang mendukung kemampuan negara bertahan menghadapi tekanan.

“Kita juga membutuhkan semangat, keberanian, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Teknologi harus dikuasai dan kemampuan manusia harus dikembangkan,” ucap JK di hadapan mahasiswa dan akademisi AS, sebagaimana keterangan tertulis yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mencontohkan Iran, berkat ketahanan nasional dan penguasaan IPTEK yang baik, mampu mempertahankan kapasitasnya di tengah tekanan dan sanksi internasional selama bertahun-tahun.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman saat ini juga menunjukkan pentingnya kekuatan materi ditopang oleh kemampuan dan strategi untuk menghadapi tantangan.

Lebih lanjut, JK menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi sosial ekonomi berbagai negara, antara lain situasi global dan dampak perang serta bencana alam dan perubahan iklim.

“Indonesia juga tidak bisa menghindari dampak dari situasi tersebut,” kata dia.

Kemudian, faktor internal yang memengaruhi kondisi nasional yaitu korupsi yang terkait biaya politik tinggi serta kualitas kebijakan publik dan penentuan prioritas anggaran.

JK mengingatkan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan belanja negara dan memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan kapasitas fiskal.

“Belanja negara harus disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan. Jangan sampai pengeluaran terlalu besar, sementara kemampuan membayar terbatas,” ucap JK.

Dinamika geopolitik, menurut dia, tak hanya menentukan arah hubungan antarbangsa, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemimpin negara harus dapat membaca situasi, mengambil keputusan tepat, dan mengantisipasi dampak krisis dunia.

Pesan utama yang hendak disampaikan JK adalah bahwa di tengah dunia yang semakin tak pasti, kepemimpinan membutuhkan kemampuan membaca perubahan global serta keberanian membenahi persoalan di dalam negeri.

Mantan wakil presiden RI ini tengah berada di Amerika Serikat.

Di samping menyampaikan kuliah di Harvard, JK juga sempat menyampaikan serangkaian kuliah sebagai dosen tamu di Northern Illinois University dan akan melanjutkan agendanya di AS dengan kuliah umum di Yale University pada 23 Oktober waktu setempat.

Pewarta : Nabil Ihsan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026