Prabowo datang untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026), untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU). (Instagram/sekretariat.kabinet)
"Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dilansir akun Sekretariat Kabinet, Rabu (2/9/2026). (Instagram/sekretariat.kabinet)
Ini kali kedua Presiden Prabowo diundang khusus Presiden Putin menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). (Instagram/sekretariat.kabinet)
Rusia menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dipandang sebagai anggota ASEAN yang memiliki peran penting, sekaligus salah satu representasi utama Global South dan dunia Muslim. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Turut serta dalam penerbangan menuju Vladivostok yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal/CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Tampak melepas keberangkatan Presiden Prabowo yakni Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra. (Instagram/sekretariat.kabinet)