AKURAT.CO Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi desainer daerah untuk memperluas pasar busana muslim sekaligus memperkenalkan kekayaan tekstil lokal.
Salah satunya dimanfaatkan Desiner asal Riau, Tifa Kaisty Salsabila, desainer asal Riau yang mengandalkan tenun daerah dan perpaduan budaya dalam koleksi rancangannya.
Tifa membawa koleksi bertema Puan Pesisir yang terinspirasi dari sejarah kawasan pesisir Riau sebagai ruang pertemuan berbagai kebudayaan melalui aktivitas perdagangan. Koleksi tersebut memadukan unsur budaya Melayu dengan pengaruh Tionghoa, India, Arab, dan Eropa.
Baca Juga: IN2MOTIONFEST X JMFW Dorong Indonesia Jadi Sourcing Hub Dunia
Menurut Tifa, pertemuan berbagai budaya di kawasan pesisir menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan busana yang tetap berakar pada tradisi, tetapi memiliki tampilan modern.
“Di pesisir itu ada pertukaran budaya dari sistem perdagangan. Ada budaya Tionghoa, India, Arab, dan Melayu. Itu yang kami gabungkan dalam satu koleksi,” ujar Tifa saat ditemui di ajang Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Koleksi tersebut mengangkat siluet busana yang terinspirasi dari pakaian tradisional, kemudian dikembangkan melalui pendekatan modern. Tifa juga memasukkan detail yang terinspirasi dari berbagai kebudayaan untuk memperkuat karakter rancangannya.
Dari sisi tampilan, Tifa memilih potongan busana yang sederhana dengan kesan klasik dan elegan. Karakter tersebut dipadukan dengan detail bunga tiga dimensi atau 3D flowers serta kain tenun Riau bermotif bunga dan wajik.
“Kalau dari potongan dan tampilan, kami lebih sederhana, klasik, dan elegan. Namun, kami tetap mengutamakan detail, seperti bunga tiga dimensi dan penggunaan tenun Riau,” katanya.
Partisipasi dalam JMFW 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi Tifa untuk memperkenalkan karya, tetapi juga membuka peluang memperluas jangkauan pasar.
Tifa menilai Jakarta memiliki potensi bagi produk fesyen daerah karena konsumen di luar wilayah asal desainer dapat mencari produk lokal yang sebelumnya sulit mereka temukan.